Officially Kidnapped (I)

ja

Officially Kidnapped

movie by slmnabil

starring BTS’s Members esp. Kim Taehyung x OC’s Jenna

duration Chaptered genre Friendship, Romance, Family, Comedy rating Teen

x

Pokoknya pelarian mereka dimulai saat Taehyung menyatakan cinta dan malah dapat todongan senjata.

x

Pertama kali Kim Taehyung naksir cewek, situasinya benar-benar buruk.

Mereka baru kembali dari acara kelulusan sekolah saat sepuluh orang bertubuh gemuk menghadang jalan dan memukuli mereka habis-habisan. Lebam di sudut mulut masing-masing bertahan setidaknya selama dua minggu, menyebabkan mereka harus membatasi asupan makanan kalau tidak ingin dapat sentakan nyeri.

Satu per satunya pergi teratur meninggalkan Taehyung, namun kembali membentuk koloni untuk melayangkan pembalasan setelah mengetahui alasan mereka dipukuli; Taehyung naksir ceweknya orang.

“Cinta itu buta, Mates. Tahu sendirilah, aku ini perjaka kaya cinta,” katanya kala itu.

“Sini, kami buat buta betulan sekalian!”

Setelah itu, dipastikan berat badan Taehyung bakal turun drastis. Kalau kata Hoseok, sih, kekerasan termasuk bentuk kasih sayang bagi cowok-cowok. Terima saja, kelompok mereka memang hobi tebar-tebar cinta.

x

Kali kedua Taehyung naksir cewek, mereka terlibat kejar-kejaran mobil dengan kelompok yang tampaknya hobi tawuran. Lengan Jin patah dan yang lain terkena guncangan psikis yang cukup parah karena pertama kali masuk polisi. Alasannya lebih membuat heboh, Taehyung mengajak adik dari lawan sekolah mereka dulu untuk kencan. Didasari dendam masa lalu juga faktor ingin menghabisi Taehyung, mereka tertahan seminggu dalam sel penjara.

“Manusia itu sering buruk sangka, padahal aku membawa misi perdamaian, Mates. Dan ketampananku cukup jadi bendera putih mengingat harga kain per meternya secara ajaib melonjak.”

Jadi kala itu, mereka melucuti ketampanan Kim Taehyung meski tidak bertahan lama.

Mates, masalahnya itu aku tampan luar dalam.”

x

Sejak dua peristiwa besar itu, mereka sepakat bahwa hormon oksitosin Taehyung perlu ditekan. Namjoon berjaga di hari Senin, Yoongi hari Selasa, Hoseok kebagian Rabu, jatah Jimin keesokan harinya, Jin bertanggung jawab untuk Jum’at, dan Jungkook mendapat hari Sabtu. Misinya hanya satu; jaga jarak Taehyung dari gadis-gadis yang berpotensi membuatnya naksir mereka. Tapi, yah, sekarang, kan, hari Minggu. Apa masalahnya?

Memanfaatkan kelenggangan penjagaan, Taehyung mengunjungi pub di samping tempat mereka berkumpul untuk santap malam. Tak perlu bingung memikirkan apakah keluarga tujuh cowok ini khawatir atau tidak, karena toleransi orang tua mereka tidak begitu banyak untuk masa pubertas mereka yang terlalu mendominasi. Sejak kelulusan, ketujuhnya memang hidup dengan saling bergantung.

“Kentang goreng dan soda,” kata Taehyung begitu mendudukkan diri di bangku sudut. Menurutnya lebih mudah mengawasi keadaan di sana—dan cewek-cewek cantik selalu tertangkap jangkauannya.

Bukannya Taehyung tidak peduli pada sahabat-sahabatnya, tentu saja ia peduli. Tapi dipukuli dan dipenjara sekali bukan indikator kalau dirinya kejam, ‘kan? Selalu ada yang pertama untuk segalanya. Apa asyiknya hidup, sih, kalau setiap peristiwanya terduga? Sekali-kali adrenalin perlu dipacu juga, hitung-hitung jaga kesehatan.

Sepuluh menit kemudian pesanannya tersaji di depan mata. Dan selama Taehyung menyantap, pandangannya tak berhenti melingkungi sepunjuru ruangan. Jangan berambut panjang, jangan menggunakan riasan berlebihan, dan yang terpenting jangan yang semeja dengan laki-laki. Kriterianya memang berubah dari waktu ke waktu, tapi khusus untuk poin terakhir termasuk pantangan untuk menyuntingnya mengingat keenam kawannya yang membuat. Bisa dikuliti dia kalau melanggar.

Retinanya terkunci tepat ke arah jam sebelas. Di sana ada seorang gadis dengan rambut berwarna cokelat terang bervariasi hitam, berkaca mata dan memakai seragam sekolah. Yang paling menarik adalah kegiatannya; berkutat dengan alat tulis. Mengerjakan tugas di tempat seramai ini apalagi sampai malam wajar tidak, sih?

Dengan keberanian yang selalu tersedia dalam dirinya, Taehyung menderapkan langkah mendekat dan menempati tempat di depan sang gadis. Jenna, begitu yang tertulis di pin namanya.

“Apa kau baru saja mengatakan sesuatu?” Begitu Taehyung melemparkan pertanyaan acak barulah Jenna menyadari keberadaan cowok yang diam-diam duduk di mejanya.

“Tidak,” sahutnya.

“Kalau begitu silakan mulai.”

Dilihat sekilas saja sudah kentara kalau Taehyung berpengalaman untuk soal merayu. Betapa sebalnya Jenna melihat senyuman yang tersungging di bibir lelaki di hadapannya. Iyalah! Dia yang sejak sore berpayah-payah menyelesaikan esai yang batas pengumpulannya tengah malam ini malah diganggu seenaknya. Maksud Jenna tidak langsung pulang ke rumah adalah karena ayahnya akan menyuruh Jenna ini-itu. Dan apalah lelaki ini? Mau mengambil peran ayahnya?

Tanpa menghiraukan Taehyung, ia menulis paragraf terakhirnya sebelum melepas kaca matanya, mengaut barang-barangnya dan memasukkannya ke ransel. Jenna mengenakan jaketnya kembali, meninggalkan uang di meja, lalu melangkah semakin jauh dari Taehyung.

“Jadi aku langsung ditolak, nih?”

Ini pertama kalinya Taehyung naksir cewek dan tidak muncul ancaman apa-apa. Masa, sih, dia akan menyia-nyiakan keberutungan yang jarang ini begitu saja? Taehyung mengeluarkan ponsel kemudian menyusul  Jenna cepat.

Peringatan: Kim Taehyung jatuh cinta untuk yang ketiga kali, begitu isi pesannya.

Beruntung pemilik pub kenal baik dengannya, jadi ia tak perlu pusing mengatasi pembayaran. Buang-buang waktu memang tak pernah jadi kebiasaan Taehyung.

x

Jadi malam itu, tepat pukul tujuh lewat lima belas Taehyung menandai awal pengejaran cintanya. Mungkin kalian bertanya-tanya—bahkan teman-temannya pun demikian—kenapa semudah itu Taehyung naksir seseorang? Kalau ia menjawab, Ya permudah sajalah, hidup sudah susah, kesal tidak?

Jenna berada dua meter di depannya. Tanpa berniat mempercepat langkahnya, Taehyung memutuskan untuk mencari tahu dulu di manakah gerangan gadis itu bertempat tinggal? Seperti apakah sikap orang tuanya saat anak gadisnya pulang malam? Dan apakah Jenna mengalami hal yang sama dengan Taehyung?

Saat Jenna membelok di persimpangan pertama, lampu sorot mobil Jin menyilaukan pandangannya sekejap. Taehyung bisa lihat Jenna mendelik sebal, tapi untung saja keberadaannya tidak disadari.

“Hei, Perjaka Kaya Cinta. Bagaimana misi bunuh dirimu?” tanya Jimin.

“Sejauh ini lancar.” Taehyung bergabung dengan mereka di mobil. “Dan aku akan sangat senang jika kalian menjaganya begitu sampai akhir. Ikuti gadis itu!”

Man! Kau naksir anak SMA?” tanya Namjoon separo terkejut.

“Jangan bersikap berlebihan, deh. Kita juga baru lulus setahun yang lalu,” sahut Yoongi.

Jin ikut menimpali. “Aku tak percaya siswa seperti kita bisa lulus. Apalagi Jung Hoseok!”

“Memangnya kita kenapa?” tantang Hoseok.

“Cuma pernah menjodohkan guru, terlibat tawuran, dan hampir membakar ruang olahraga sekali kok,” kata Jungkook.

“Terima sajalah, dewan sekolah tidak bisa membayangkan kita bakal melakukan apa kalau tetap di sana setahun lagi,” Jimin melemparkan konklusi.

“Iya ya. Ngomong-ngomong apa rencana kalian kalau tidak lulus tahun kemarin?”

Obrolan mereka semakin melebar ke mana-mana. Ada yang mengatakan ingin berganti pacar sehari sekali, menggagalkan ujian sekolah, bahkan sampai membakar gedung olahraga betulan (meskipun dua tahun lalu bisa disebut kecelakaan.)

Di sisi lain, Taehyung lebih suka menganggap obrolan mereka tak pernah ada. Perhatiannya terkunci pada Jenna yang akhirnya sampai di rumah berpagar rendah.

“Berhenti dan matikan lampu sorotnya,” instruksi Taehyung.

Begitu sampai, ayah Jenna sudah menunggu anak gadisnya di pintu—dan cepat memberinya pelukan dan kecupan di dahi sebelum masuk. Ketujuh laki-laki pengamatnya tanpa ekspresi. Berharap diperlakukan begitu tapi di sisi lain membayangkannya agak menggelikan. Ayolah! Mereka, kan, cowok!

Sepuluh menit kemudian lampu kamar di sisi rumah paling kanan menyala—yang Taehyung tangkap kalau itu kamar Jenna. Diam-diam dia bersyukur karena kamarnya di lantai satu, karena kalau tidak bisa kacau rencananya.

“Jadi sekarang apa?” tanya Jungkook.

Begini, adalah kata terakhir Taehyung sebelum ke luar dari mobil, melompati pagar dan menghampiri jendela kamar Jenna.

“Aku selalu tahu Taehyung bohong. Cinta tidak buta. Buktinya saja dia bisa melompati pagar begitu. Adanya, cinta itu memancing munculnya bakat. Aku selalu tahu Kim Taehyung berpotensi jadi atlet lompat tinggi,” ungkap Hoseok yang ditanggapi dengan keheningan panjang dari teman-temannya. “Sudahlah, pikiranku, jelas lebih maju daripada kalian.”

Di sudut lain, Taehyung tampak mengetuk jendela kamar Jenna. Gadis itu membelalak kaget begitu tahu siapa manusia di balik itu.

“Kau?”

“Ya, aku,” kata Taehyung diselipi kebanggaan.

“Kau mengikutiku sejak di pub sampai sini? Jangan gila!”

“Sayangnya gila adalah nama depan, tengah, dan akhirku, Jenna.”

Jenna agak tersentak mendengar namanya sendiri ke luar dari mulut Taehyung. Cowok itu menunjuk papan nama di seragamnya dengan dagu.

“Aku bisa membaca sejak taman kanak-kanak. Dan tak perlu mati-matian belajar untuk ujiannya.”

Jenna menggulirkan mata sebal. “Jadi, kau mau apa?”

Cupid menelpon, katanya dia butuh hatiku kembali.”

“Butuh apa?!” ulang Jenna separo memekik.

Belum tamat menarik napas, Taehyung melihat ayah Jenna muncul di pintu kamar dengan menodongkan senjata api dan memelototinya.

“Siapa kau?!”

Pemroses impuls dalam tubuh Taehyung lebih menganggap itu sebagai ancaman kematian daripada pertanyaan. Jadi tanpa berpikir panjang ia menarik lengan Jenna agar gadis itu tak punya pilihan selain memanjat ke luar, lalu menariknya berlari secepat mungkin. Kali ini dia menggunakan pagar dengan seharusnya meski di bawah tekanan ancaman tembak.

Mana mungkin, sih, dia berani menembak kalau anak gadisnya bersamaku?

“Lepaskan aku, Bodoh!” pekik Jenna.

“Tak mau. Sudah lama aku tidak naksir cewek, masa kulepaskan kau begitu saja?”

Namjoon membuka pintu mobilnya dan bertepatan saat Taehyung dan Jenna masuk, suara tembakan menggelegar.

“Kecepatan penuh, Jin!”

“Sial, ayahku akan dihukum! Turunkan aku!” pekik Jenna.

“Tepatnya kenapa ayahmu akan dihukum?”

“Dia polisi! Menembak warga sipil sama saja bunuh diri! Ayolah! Turunkan aku sekarang atau aku melompat.”

Namun tampaknya ketujuh lelaki ini lebih tertarik dengan kalimat pertama Jenna daripada ancaman melompatnya.

“Gila! Kita baru saja lolos dari polisi!”

“Gila! Kita lepas dari todongan pistol!”

“Gila! Kita jadi buronan!”

“BENAR-BENAR PENUH TANTANGAN! ASYIK!” pekik mereka bersamaan.

“Baiklah, Jenna. Kuresmikan bahwa kau diculik mulai saat ini,” kata Taehyung.

“Aku apa?!”

—to be continued

 

23 thoughts on “Officially Kidnapped (I)”

  1. hi there!

    oke! aku ketawa sepanjang fanfict ini. terlebih kata kata pede Taehyung. ya ampun pede banget emang cowok cowok ini. bahasanya sederhana dan kalimat kalimat yg dilontarkan yg tak terduga sama sekali bikin ketawa hahaha.

    see ya~

    Disukai oleh 1 orang

  2. Oke ini lucu.. Buanget.. 😂😂😂 👏👏👏
    Seru, diksinya gak ketinggian tapi tetep sarat makna, logis pula.. Kaya alesannya kimtae gampang naksir cewek sama kata-kata jhope ttg cinta gak buta..
    Keren.. Ditunggu next chapter nya 👍

    Disukai oleh 1 orang

  3. Sial, dat rambut pendeq berkacamata. Aww! Diculik mas mas ganteng malem malem leh uga, apalagi gegedugnya kim taehyung. Wadaw❤
    Selamat bil, anda bikin jiwa fangirling over oppa kembali lagi. Alhamdulillah……
    Serius deh, mendingan suka sama Kim Taehyung daripada real life. Yha taehyungmah udah tau gaakan jodoh kan, kalo yang real life bisa aja HAHAHAHAHAHAHA TOLONG ABAIKAN BIL, ANGGAP SAYA GAK PERNAH KOMEN KATA KATA DI ATAS

    As always, slayy! Ini baru bikin lagi setelah lama gak nulis bukan? Asa rada beda gitu hehe. Tapi its oke, tidak menjurus ke hal negatif kok. Saya teh asa banyak yang mau diomongin, tapi lupa. Terus ya masa aja saya omongin di sini wkwk..
    Pokoke ini harus cepat dipost terusannya, harus oenyoe gakmau tau *tipe reader yang greget*

    Semangat ya thor, muah😘

    Disukai oleh 1 orang

    1. Khaaan deskripsinya gue deket deketin ke lo xd iya akhir akhir ini jiwa fangirling over oppa kita terlupakan garagara mas mas barat wkwk (tapi gapapa sih)

      JUL.WHY.SIH.YOU.ALWAYS.KNOW.DI.TIAP.TULISAN.GUE.LAGI.GINI.LAGI.GITU.HABIS.GINI.HABIS.GITU

      Kalem kalem aeng wb lagi *tipe author minta pengertian*

      Suka

  4. Hi, Nabil!!!!
    Wow ih serius yang di atas itu apaan??? Asli ya ngeklik ‘Officially Kidnapped’ dan ngebacanya sampe rampung tuh anugerah??? Karena plis??? Pembawaan kamu ngalir dan santay dan seakan ngga terjadi apa-apa ketika jelas-jelas terjadi apa-apa which is menyebalkan but i really love it??? Terus ugh friendshipnya!!! Aku suka banget nuansa friendship di sini kek yang ngga perlu narasi yang gimana-gimana eke juga udah paham kalo mereka tuh fren banget wow wow wow gudjab Nabiiilll. Terus Tae tuh emang tae ya asli aku makin benci dia gpp gpp aku kuat aku kuat.
    Dan yak.
    Intinya aku suka semuanya!!!! Akan sangat sangat ditunggu nih kelanjutannya. Apabila Nabil berkenan bole lah pc line aku kalo yang kedua udah terbit wkwkw #dasar #banyakmau
    Okeeii bye Nabil, sukses selaluuu!!!❤

    Disukai oleh 1 orang

    1. Haaaii, kak neni yaaa? Waah asa belum officially kenalan yacc wkwk xd uwoo makasiih kaaaaak❤ waaa sangat sangat berkenan kook kaak ehe🙂 asyique ada yang nungguin wahaha xd nabil asa belum pernah mampir ya? nantii deeh kaaak, pasti punya kaknen lebih ketjeh emesh asyique wkwk

      Sukses juga kak neeen❤

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s