[Movie Festival 4] Dark Blue for Us by Jung Sangneul

Dark Blue for Us

a movie by Jung Sangneul

// Dark Blue for Us //

Starring [Actor] Nam Joohyuk with [Actress] Kim Sohyun || Genre Friendship, School-Life, slight!Psychology || Duration Ficlet || Rate PG-13

.

Jadilah warna apa pun, dan jadikan aku warna apa pun.

.

SEMUA juga tahu dengan siapa anak baru itu duduk. Meski semua murid menunjukkan wajah kalem, namun dalam hati mereka tertawa senang. Akhirnya, tidak ada lagi yang harus takut-takut menduduki bangku itu secara bergantian hanya untuk menghindari cap mendiskriminasi. Wali kelas mereka sangat membenci hal itu. Bagi semua murid di sana, itu bukan diskriminasi, melainkan tindakan rasional yang memang harus dilakukan.

Karena murid di bangku itu aneh. Tabiatnya mengesalkan. Berbeda. Segala julukan yang selaras dengan itu perlu ditujukan padanya. Murid baru itu tidak pernah tahu. Ia berjalan penuh percaya diri menuju bangkunya, kemudian duduk dan mengulurkan tangan pada gadis di sebelahnya.

Beberapa teman kasak-kusuk memperkirakan sambutan si gadis.

Tanpa disangka, gadis itu meraih uluran tangan sang lelaki sambil tersenyum lebar.

“Nam Joohyuk,” ujar si anak baru. Menaikkan alis.

“Selamat datang, warna biru tua.”

Mendapat sambutan seperti itu, Joohyuk hanya terkekeh. Ia menggoyangkan tautan tangan mereka sambil melirik pada name tag si gadis. Mendapatkan nama yang diinginkan, dilepaskannya tautan tangan mereka.

“Senang berkenalan denganmu, Nona Kim.”

***

Selama hari pertama bersekolah, Nam Joohyuk merasa heran dengan ulah beberapa teman sekelasnya. Contohnya, Eric yang bermarga sama dengannya—dia mendekat lantas bilang padanya supaya besok datang lebih pagi. Lalu ada juga Halla yang berkata bahwa bangku yang ia tempati sekarang bangku keramat. Tidak lupa Leo yang wajahnya keras juga berkata demikian.

“Kau akan rasakan kalau gadis itu aneh. Aku mungkin dianggap misterius dan aneh, tapi di koridor yang berbeda dengan Sohyun. Itu sudah rahasia umum.” Begitu Leo mengatakan padanya.

“Eh … iya, terima kasih informasinya,” jawab Joohyuk ragu. Aura Leo cukup mengintimidasi dibanding teman yang lain, menurutnya.

Tapi, esok harinya, ia tetap duduk di bangku yang sama. Kim Sohyun datang lebih pagi, sedang menulis sesuatu di kertas sketsa.

“Ada tugas?” tanyanya, basa-basi.

“Oh, Biru Tua,” ia agaknya terkejut mengetahui Joohyuk sudah bertengger di kursi sebelahnya. Namun, tidak lama, ia melanjutkan, “Bukan tugas, kok. Aku sedang menuliskan deskripsi dari berbagai warna.”

Joohyuk mengerutkan dahi. “Untuk apa?” sebelum Sohyun membuka mulutnya, ia buru-buru menambahkan, “Dan haruskah kau memanggilku ‘Biru Tua’? Maksudku, ya, aku suka warna itu, tapi aku punya nama. Tapi …, kalau kausuka memanggilku begitu, yah, itu hakmu.”

“Kau bukan hanya suka warna itu. Warna itu adalah jiwamu.”

“Jiwa?”

“Iya, ada pusaran warna yang berbeda-beda pada setiap jiwa. Punyamu, warna biru tua.”

Lelaki yang diajak bicara masih linglung mendengarnya. Tapi, rasa penasarannya terpacu lebih cepat. Ia bertanya lagi, “Kalau punya … Leo?” ia berbisik, takut-takut aura mengintimidasi dari tatapan mata itu beralih padanya lagi.

Sohyun tertawa melihat tingkah teman sebangkunya. “Biru Tua memang betul punya sisi yang menarik.” Ia menyingkirkan anak rambut dari pipi tanpa memudarkan senyum.

“Leo punya jiwa berwarna—”

“Jangan membicarakanku. Kau selalu berbohong soal jiwaku, Sohyun.”

“Halo, Merah Muda.”

Joohyuk hampir menjatuhkan rahangnya. Merah muda itu pink, bukan? Lelaki segarang Leo—tawanya hampir saja menyembur kalau saja ia tidak menangkap kilat mengerikan di mata lelaki di hadapannya. Ia bisa saja memakan hidup-hidup Sohyun.

“Membual saja bisamu, So.”

Leo menyingkir dengan raut yang tidak terdefinisi. Joohyuk jadi tidak tega mau menertawainya. Sementara, Sohyun di sebelahnya mematung. Tatapannya tidak terlepas dari punggung Leo yang semakin menjauh.

“Dulu, dia tidak seperti itu. Dia berusaha mengubah warnanya menjadi monokrom, tapi jiwanya … tidak akan pernah berubah. Jung Leo.”

Joohyuk hanya diam. Sampai Sohyun beralih lagi dengan kertas sketsanya, baru ia berani bicara, “Kalau kau sendiri, apa warnamu?”

Sohyun hanya menjawabnya dengan helaan napas panjang. Sampai guru datang, tidak ada jawaban lain yang keluar dari belah bibirnya. Dan, Joohyuk tidak berniat memaksa.

***

Joohyuk pikir, Sohyun mengerti semua jiwa dan warnanya karena dia paham ilmu psikologi dan tetek bengeknya. Namun, ketika pagi itu ia baru saja duduk di bangku itu lagi, Sohyun mencetuskan hal yang tidak ia duga. Gadis itu bagai cenayang.

“Biru tuamu agak menggelap. Ada masalah apa?”

Siswa di belakangnya kasak-kusuk seperti hari-hari sebelumnya. Joohyuk mengabaikannya, kemudian menggeleng kecil.

“Segala masalah punya jalan keluar. Jangan mengubah warna jiwamu, itu saja pesanku.”

“Sohyun, kenapa?”

Gadis itu mengerutkan kening mendengar pertanyaan Joohyuk yang terdengar aneh.

“Kenapa kita tidak boleh mengganti warna jiwa kita? Jika saja aku monokrom, atau abu-abu, apakah selamanya aku harus seperti itu? Jika aku ingin mendapat bahagia, bagaimana?”

“Jadi abu-abu bukan berarti tidak bahagia,” sahut Sohyun cepat, “orang bisa berubah, Tuan Nam, tapi selamanya karakter dasarnya akan tetap sama. Setiap manusia itu baik, ‘kan? Lalu, kalau dia jadi jahat, apakah kebaikannya hilang sama sekali? Ia hanya berusaha mengubur kebaikan itu dengan berbagai alasan tidak masuk akal. Kita semua terlahir suci. Kita yang mengotori karakter dasar yang telah terbentuk itu.”

Joohyuk bungkam. Diam-diam, ia tahu, Sohyun bisa jadi teman yang baik. Dia tidak aneh sama sekali, apalagi harus dijauhi.

“Lalu, apa warnamu?”

Sohyun menggeser kertas yang telah penuh dengan tulisan tiap karakter warna. Ia hanya melakukan itu, dan perhatian Joohyuk sepenuhnya teralih. Tanpa dia bicara, batin  lelaki itu tahu, dia minta aku menebak apa warna jiwanya.

***

Sebulan duduk di dekat Sohyun, satu kelas sudah berhenti berkasak-kusuk. Mereka sering ke kantin bersama, saling menyenggol sambil tertawa, dan saling menyalin tugas yang belum terselesaikan. Semuanya berubah. Sohyun bukan lagi gadis aneh yang dijauhi. Semua definisi warna tersemburkan keluar, tapi Joohyuk tidak pernah merasa kesal. Lelaki itu menyimak baik-baik setiap apa yang dijelaskan—terkadang mencatatnya.

“Kalau ungu?”

“Mereka negosiator yang berkeinginan kuat untuk menyenangkan diri sendiri dan orang lain. Meski tidak terbuka dan misterius, tapi kebahagiaan orang lain selalu akan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.”

Sambil manggut-manggut, lawan bicaranya berkata, “Menarik sekali kepribadian mereka.”

Sohyun melanjutkan aktivitasnya mengunyah mi, sementara Joohyuk tetap bicara, “Hari ini kita bisa pulang bersama.”

“Aku—”

“Iya, kau akan naik bus bersama denganku. Aku akan mengantarmu sampai pintu rumahmu, Nona Hijau.”

“Kau masih salah, Tuan Biru Tua.”

“Bisa tidak ‘tua’nya tidak perlu disebutkan? Aku masih muda dan tampan.”

“Semua juga tahu itu.”

Ha! Kau terpesona akan ketampananku, ya?” Joohyuk terkekeh keras-keras.

Sohyun memukul kepalanya dengan sumpit basah, dan lelaki itu malah terkekeh lebih kencang. Membuat gadis itu jengkel namun juga terhibur.

Dari jauh, Leo memerhatikan mereka. Namun, sejemang kemudian, ia membuang muka dan pergi menjauh.

***

“Warna dasar setiap manusia itu putih. Tinggal dicampur dengan warna karakter, dan kau bisa menjadi biru tua. Leo bisa menjadi merah muda—”

“Tunggu. Kenapa kaubisa mencetuskan Leo sebagai yang berjiwa merah muda? Dia jadi tampak … seperti perempuan.”

“Kau sudah tahu ‘kan, karakter warna merah muda?”

Joohyuk mengangguk ragu, mengais kembali ingatannya. “Ramah, romantis, apalagi ya ….”

“Dia menyenangkan sekali, kautahu. Teman paling menyenangkan selain dirimu yang pernah kukenal.”

“Oh, jadi aku menyenangkan sekali, ya?”

“Ya ampun, Nam Joohyuk. Kukira biru tua hanya tipikal yang santai, tapi kau sangat-sangat percaya diri. Seperti warna cokelat.”

“Lalu, apa yang terjadi pada Leo?”

Sohyun mengangkat bahu. “Dia pindah, meski masih di Seoul, tapi agak jauh dariku. Lantas, ia berubah. Aku tidak bisa lagi main ke rumahnya, apalagi dekat-dekat dengannya. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi.”

Hening yang panjang setelahnya, sampai Joohyuk memecahnya. Takut perjalanan menuju rumah Sohyun akan segera berakhir, karena ia tidak tahu di mana muaranya.

“Sohyun, aku tidak mau menebakmu lagi. Aku sekarang tahu apa yang terjadi dengan warna jiwamu.”

“A-apa?”

“Kau juga sama bimbangnya dengan Leo. Aku baru mengenalmu sekarang, jadi tidak tahu karakter dasarmu. Tapi, kupikir, kaubukan gadis aneh seperti yang dikatakan teman-temanmu itu. Kau belum mau menunjukkan warna dasarmu padaku. Jadi, jadilah warna apa saja. Dan, aku akan menyesuaikan diri dengan warna yang kautunjukkan,” jawab Joohyuk panjang, “kita bisa jadi warna apa saja bersama-sama.”

“Su-sudah sampai.”

Joohyuk menghentikan langkahnya. Ia menatap rumah mewah di hadapannya. Catnya memudar, terlihat tidak terawat dengan baik.

“Masuklah. Sampai jumpa.” Joohyuk mengusap kepala Sohyun, lantas berjalan menjauh.

“Nam Joohyuk!”

Lelaki itu menoleh mendengar namanya dipanggil kembali. Dilihatnya, Kim Sohyun berlari-lari kecil ke arahnya, kemudian menyerahkan sesuatu ke tangannya.

“Terima kasih sudah memahamiku.”

Saat gadis itu menjauh dan masuk ke rumahnya, Joohyuk melihat lagi sesuatu yang diberikan padanya. Kertas bertuliskan: akulah semua warna, yang berlatarkan biru tua.

Saat itulah, Nam Joohyuk tahu, ia bisa melengkapi Kim Sohyun. Menjadi teman, sahabat, atau kakak terbaiknya setelah Leo pergi begitu saja. Di bawah gumpalan langit sore, ia tersenyum. Dan, tanpa disadarinya, Sohyun juga sedang tersenyum dengan air mata haru menempel di pipinya.

fin.

22 thoughts on “[Movie Festival 4] Dark Blue for Us by Jung Sangneul”

    1. Hihi sebenernya masalah Leo itu bisa dilihat karakter dan latar belakang dia di fiksi yang diposting sebelum giliranku. Karena modelnya ambil satu/dua cast yg ada di fic sebelumnya. Syukurlah kalo kakak suka. Makasih kunjungan dan komentarnya🙂

      Suka

  1. Kyaaaaaaaaaa!!! Niswaaaaa :*
    Huhu, maaf banget aku jarang ikut berkontemplasi di pelabuhan senja-mu huhu. Sori bgt baru sempet mampir lg di lahan fiksimu Nis. (‘-‘)/

    Dan dan asli ini fict kenapa kudu berakhir dgn manis tp agak miris :””” tangis haru dek Sohyun itu lho. Ahh. Satu dua, eh, ngga, tapi semua!! Semua kata2 dan konversasi Namju dan Sohyun smooth bgt. Selalu terkesan dgn cara kamu menyisipi tiap dialog dgn bumbu2 filosofi.

    Udahlah, intinya baca ficts ini diriku ngga nemuin celah apa-apa. Pengin nikmatin tulisan dam ceritamu sajalah, hihi^^

    Intinya, ttp semangat berkarya ya Niswa!!! Hwaitting:D

    Suka

    1. Kak xiaaan ih kangen juga deh liat xianara di kolom komentar ehehe. Tapi akupun jarang muncul di Classic Dream sih huhu terakhir cuma ninggal like kayaknya ;-; Lagi sibuk-sibuknya tingkat akhir. Huhu alhamdulillah kalau sukaa padahal ini dikarang mepet deadline yang udah dimundur-mundurin ka fikha:( Makasiih kak, semangat juga buat kakak ^^

      Suka

      1. Yeaa dikangenin😂
        Hihi, ngga apa2 Nis. Lagian aku juga jarang update kemarin2. Huhu, samaan. aku jg direpotin dgn UAS dan perkara adaptor netbuk yg rusak, but now its all done🙂
        Ah dikerjain mepet aja hasilnya begini, gimana kalo long prepared ya?😂😂
        Yey, terimakasih semangatnyaa.
        Stay health for you too, Niswa!

        Suka

  2. Niswaaaaaaaaaaaa…
    Bner dah di ifk mah lengkap. setelah bca 2 cerita dgn ide cerita super berad (buat gue) sekarang bca karyamu bgaikan penyejuk, jdi aku bisa berkelana lagi menyambangi lapak-lapak kece di sini 😂😂😂😂

    Ringan, ngalir, asyik, gampang paham, ga bosenin, gemesin, dan keren.
    Yang paling utama sih mnurutku dlm sebuah cerita adalah gaya tulisannya. Karena ga semua org suka sama gaya yg berat. Ringan tpi berbobot itu malah super kece (kata aku lho!!)

    Kmu ambil genre psychology yg sebenarnya genre sulit juga sih buat aku, tp asoynya adalah dikemas ringan 😭😭 adududuuuhh.. jdi unyu unyu gmn gitu.

    Aku suka bgt ikatan yg trjalin antara sohyun sama joohyuk. Care yg murni ga ada embel embel 😍
    niswa super deh 😚😚😚

    Suka

    1. Wahaha iyaa IFK superlengkap dengan penulis-penulis kecenya uhuk. wkwk. Alhamdulillah kalau psikologinya dapet. Awalnya kupikir psikologiny asal, tapi tentang warna itu emang aku dapet dari hasil search sana sini sih ehe.

      Aduuh bisa aja kak. Ini mah dikarang mendekati deadline jadi pusing kalo bikin genre berat berat huhu. Anyway makasih komentarnya dan selamat membaca yg lainnya kak ♥

      Suka

  3. keren banget kalau tau warna jiwa kita. sohyun juga keren karena jiwanya semua warna.
    cinta banget sama gaya bahasanya. dan kerasa gimana suasananya. kukira Leo ada dendam, nyatanya…
    aku ngakak waktu tau warnanya leo pink. zonk abis :v

    Suka

  4. halo, niswa!
    warna-warni jiwa. menarik. kayaknya menarik kalau bisa lihat langsung warna jiwa seseorang. nama panggilan pake warna-warna kan jadi menarik wkwk. olalala, leo pindah to makanya berubah. jangan-jangan dia pindah untuk jadi komandan perang /lha/ /nyambung dari fic sebelumnya/ haha. kalaupun iya, leo tetaplah si merah muda yang penyayang. nah kan nyambung sama fic sebelumnya wkwk. sesuai dengan pesannya, sesungguhnya manusia bisa jadi warna apa saja dan kapan saja. walau begitu, warna sesungguhnya tidak akan pernah hilang. nice!
    semangat nulis ya!

    Suka

  5. hi there!

    wah psikologi warna. idenya simpel kece dan mungkin prosesnya tak mudah tapi jadi cerita simpel yang enak dibaca. dan duh meskipun ini nggak couple dan lebih ke temen, ini tuh semacam so sweet gitu. Nam Joohyuk visa mengerti Sohyun dan Sohyunnya nangis. fragile banget emang Sohyunnya. asik banget ceritanya pure ke perhatian seorang teman, literraly teman. sukak deh!

    see ya~

    Suka

    1. Hehe iyaa karena agak bosen bikin romance terus, jadii bikinnya friendship ajah. Iyaa memang sebenernya fragile tapi dia masih bertahan sampai akhirnya ketemu abang joohyuk /eaakk.

      Makasih sudah mampir dan berkomentar ya🙂

      Suka

  6. Salam kenal, Jung Sangneul-ssi!

    Mari aku mulai reviewnya.

    Judul:
    Dark Blue for Us. Dari judulnya aja bikin menarik. Kata-kata ‘for Us’ itu loh bikin aku dag-dig-dug entah kenapa.

    Isi Cerita:
    Pertama kali baca, aku kira Sohyun tuh dijauhin karena fisiknya. Ternyata karena gesrek. Haha.

    Tapi lucu sih. Sohyun ngajak kenalan tapi nyapa Biru Tua. Kesan aneh ya dapet banget. Tapi Joohyuk tuh gak illfeel. Mereka langsung keliatan cocok.

    Terus Sohyun bilang kalau jiwanya Joohyuk tuh biru tua. Aku langsung tertarik dengan karakter Sohyun disini. Dia bisa lihat warna di jiwa orang dan mendefinisikannya.

    Pfft. Leo. Pink. Itu lucu loh.

    Lalu aku dibuat penasaran dengan pertanyaan Joohyuk tentang warna jiwa Sohyun. Tapi Sohyun gak jawab. Sohyun jadi misterius.

    Aku juga baca pas bagian Leo yang melirik gak suka ke arah Joohyuk dan Sohyun. Ini Leo kenapa? Kamu cemburu bang?

    Oh.

    Ternyata Leo dan Sohyun dulu temenan. Pantes aja cemburu. Gimana sih rasanya lihat temen sendiri malah deket orang lain. Tapi kan itu si Leo yang menjauh ya? Aku jadi penasaran kenapa Leo menjauh hanya karena pindah rumah.

    Lalu kalimat diakhir bikin aku senyum-senyum sendiri. “akulah semua warna, yang berlatarkan biru tua.” Manis banget jawaban Sohyun.

    Baca cerita ini jadi kangen School 2015. Huhu.

    Aku suka cerita ini. Penyampaian tentang warnanya dikemas dengan manis. Judul yang pas banget untuk isi ceritanya.

    Terima kasih sudah memberikan bacaan seperti ini!:)

    With love,

    Energytea

    Suka

    1. Aduuh terima kasih review panjangnyaa. Judulnya padahal engga bagus-bagus amat kok, dibuat sepersekian detik setelah menulis kata ‘fin’ di akhir karangan wkwk. Daan yaa emang aku juga lagi kangen School 2015 pas nulis dan lagi pengen bikin karakter baru buat mereka berdua hihi.

      Kalo masalah Leo itu bisa dibaca cerita sebelum ini sih, karena memang masih agak nyambung hehe. di sana diceritakan alasan Leo pindah rumah, mungkin, ehe. Anyway makasih lagi yaaa❤

      Suka

  7. haiiii kaniswaaa~~

    sukaaa, ceritanya ringann, mudah paham, keren lagi ><

    :") kirain sohyun itu semacam orang yang diam diam tp munafik astaghfirullah jadi suudzon xD yaabis kan dibilang aneh sm temennya wkwk .

    aku baru mmbaca lagi :" dan alhamdulillah dapet bacaan ringan nan kece ini untuk lanjutin ngebaca, jdi biar ada dasar buat mikir yang keras" lagi/apalah/ xD

    *salamkangenuntukmukak* ~_~

    Suka

    1. Salam kangen tambah rindu tambah tubruk peluk dariku deeek mumumumu. Lama kita engga ngobrol ya heuheu :’)

      Huhu ini mah simpel biar tida membuat otak yang menulis dan membaca jebol duluan sebelum ending. Makasih sudah baca dan komen ya❤

      Suka

  8. Salam kangen tambah rindu tambah tubruk peluk dariku deeek mumumumu. Lama kita engga ngobrol ya heuheu :’)

    Huhu ini mah simpel supaya tida membuat otak yg menulis dan membaca jebol duluan sebelum ending. Makasih sudah baca dan komen ya❤

    Suka

  9. Niswaaaa! Ini manis. Aku suka penjabarannya. Santai. Ringan. Gak berat. Pemilihan katamu pun selalu Bagus dan pas hehe:3

    Tapi aku masih bingung bagian akhirnya. Maksud “aku adalah semua warna yang berlatarkan biru tua” iu tu maksudnya apa, ya? Apa memang sohyun itu semua warna dan dia berlatarkan biru tua karena dekat dengan joohyuk?.-.

    Overall aku suka banget. Makasih untuk ceritanya dan tetap semangat! ^^

    Suka

    1. Kakak bisaaa aja. Padahal ini simpel banget karena kurang ide sedangkan deadline sudah sangat-sangat-dekat. Hahaha.

      Yang terakhir itu maksudnya Sohyun sebelumnya masih bingung lo dia itu karakternya warna apa, makanya dia ga pernah jawab kalau ditanya. Tapi begitu ketemu joohyuk, dia tau dia bisa jadi semua warna, dan yang bisa memahami dia adalah seseorang berwarna biru tua = joohyuk. Begitu ehehe. Makasih juga udah mampir kakk, dan semangat juga untukmu❤

      Disukai oleh 1 orang

  10. HALOO!
    Salam kenal, kak!

    Pas liat castnya, seketika inget han yi ahn sama lee eun bi.

    Cara pengemasan ceritanya unik. Aku menikmati banget cerita ini. Ceritanya ngalir, enak dibaca. Tulisannya juga rapi. aku ga menemukan typo sama sekali.
    Ceritanya ringan tapi bermakna.

    Nice, kak! Keep writing!^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s