[Movie Festival 4] Magician’s Spell by Al

Magician's Spell

Magician’s Spell

Al’s Project

► Yoon Jeonghan x You! ◄

Ficlet | Slice of Life | G

“Dasar tidak punya pendirian,” suara di seberang telepon mendesis kasar sebelum melanjutkan, “seharusnya Kau bilang jika ingin mengubah naskah, bukan bertindak seenaknya begini.”

“Maaf June, ini benar-benar di luar kendali,” jawabku mencoba sabar.

Aku melirik kanan kiri sekilas sebelum akhirnya menyeberang jalan, satu tangan menggenggam telepon di telinga –mendengarkan omelan Goo Junhoe, bosku- satu lagi menenteng tas tangan besar berisi naskah film yang menjadi perdebatan kami sejak lima belas menit lalu.

“Kerjakan saja sesukamu, aku akan menghubungi lagi besok pagi.”

Dengan begitu Goo Junhoe mengakhiri pembicaraan kami sedangkan aku mendaratkan pantat kasar di kursi halte bus yang sepi. Setelah mematikan telepon genggam sambil melemparkan umpatan pelan untuk bosku, aku memasukkannya ke dalam tas lalu memijat pelipis pelan. Terkadang bos satu itu memang bisa membuatku sakit kepala semalaman.

Aku melirik sekilas jam tanganku. Pukul empat lebih lima belas menit. Bus pukul lima sore masih lama. Rasanya aku ingin segera cepat-cepat pulang ke rumah dan membaringkan badan di kasur saja.

“Sendirian saja Nona?”

Sebuah suara menyapa pelan dari arah kiri, aku segera menoleh kemudian mengernyitkan dahi mendapati pemuda yang tak kukenal menyapaku dengan senyum simpul. Pemuda itu lumayan tinggi dengan tulang pipi yag tegas dan rambut hitam lurus yang mencapai bawah telinganya. Tak ada yang aneh darinya kecuali ia memakai payung merah jambu kendati saat ini tidak hujan.

“Cuacanya tidak terlalu baik ya,” kata orang itu lagi seolah mencoba mencari topik pembicaraan denganku, “oh ngomong-ngomong namaku Jeonghan, pernah mendengarnya?”

Aku mengangkat bahu cuek tak ingin menanggapi pemuda asing bernama Jeonghan ini karena well, satu: langit sore ini benar-benar baik tak ada awan hitam atau tanda-tanda lain bahwa cuaca akan buruk, dua: aku tidak pernah bertanya siapa namanya dan tak pernah merasa ingin tahu.

“Hei, Kau percaya dengan sulap?”

Ia mencoba mangajakku bicara lagi dengan melemparkan senyum yang kini lebih ramah. Kali ini aku ingin mencoba ramah padanya, “tidak juga sih.”

Ia tertawa renyah sebelum duduk di sebelahku, melipat payungnya dan meletakkanya dekat kakinya. Setelah itu, ia mengeluarkan sapu tangan merah dari balik jaket kemudian melambai-lambaikannya di udara kosong.

Aku memerhatikan dengan seksama, apa ia benar-benar serius soal sulap ini? Namun tak lama kemudian pertanyaan dalam otakku terjawab dengan munculnya setangkai bunga mawar putih dari balik sapu tangan –yang aku bersumpah tak ada apa-apa sebelumnya.

“Wow.”

“Ini untukmu,” katanya sambil memberikan mawar itu padaku. Aku bergumam terima kasih pelan sembari mengambilnya dari Jeonghan.

Keanehan dimulai dari sini. Mawar yang awalnya berwarna putih itu perlahan-lahan berubah jadi merah sedikit demi sedikit dan aku hanya bisa membelalakkan mata sambil menganga heran.

“Apa yang—”

Jeonghan memotongku, “Kau sedang kesal dengan seseorang ya?”

“Maksudmu?”

Ujung-ujung bibirnya terangkat sedikit sebelum mengeluarkan tawa pelan, “warna merah bisa berarti passion tapi juga kemarahan, melihat raut mukamu tadi kukira kau sedang kesal dengan seseorang.”

Mulutku membentuk huruf o kecil sambil memutar-mutar mawar –yang sekarang berwarna merah itu- dalam genggamanku dengan takjub. Sulap huh? Apalagi yang bisa ia tunjukkan?

“Lalu?” kini aku menantang sulapnya.

Ia mengibas-ngibas sapu tangannya lagi dengan tangan kanan kemudian mengeluarkan satu tangkai mawar putih lagi dari udara kosong. Aku mengangkat sudut bibirku –kagum- namun itu tampaknya bukan apa-apa baginya. Setelahnya ia mengecup pelan mawar itu kemudian warnanya berangsur-angsur menjadi biru laut.

“Mungkin butuh sedikit ketenangan, Nona?” Ia tersenyum sambil menyodorkan mawar berkelopak biru di tanganya. Sebelum aku sempat meraihnya, ia menyentuhkan mawar berkelopak biru pada mawar berkelopak merah di tanganku.

Kemudian puff; kedua mawar itu berangsur-angsur berubah menjadi warna ungu.

“Wow.”

Kali ini ia mengulas senyum lagi padaku, seraya memutar-mutar tangkai mawar ungu di tangannya, “ungu: majestic, unik, misterius.”

“Jadi… jika ingin lihat sulapku lagi, menunggu bus pukul lima sore tak buruk kan?”

A/N: It’s been a long time since I wrote something properly :”)

 

5 thoughts on “[Movie Festival 4] Magician’s Spell by Al”

  1. halo, Al-nya idorable! lamaa banget ga baca tulisanmu lagi. kayaknya pernah liat salah satu fic-mu di ifk, tapi aku ga inget pernah baca atau ga. yang kuinget cuma fic misteri yang pernah kubaca di wp pribadimu. dan diinget-inget itu lama bangeett :”) masih lanjutkah itu? hehe.

    dan cerita disini juga nyambung dengan cerita sebelumnya :”) kalau ngikutin alur sih, bisa jadi ‘you’ disini itu sohyun. tapi ya, mari asumsikan junhoe punya lebih dari satu anak buah supaya beranda ifk makin rame wkwk.
    jeonghan cocok jadi pesulap! posternya juga mendukung. terhibur banget lah kalau ada yang kasih sulap-sulap gitu selagi nunggu. tapi kenapa dia harus disana di jam nunggu bus 5-sore? hm hm.
    sejauh ini, fic ini paling simple dari sebelumnya, tapi isinya tetep ga kalah dari yang lain! tetep semangat nulis yaa. tulisan yang lain ditunggu!

    Suka

  2. hi there!

    ungu, unik misterius. ungunya lebih ke Jeonghan daripada ke cewenya. highlight warnanya kurang panjang (?) wkwkw udah bagus. tapi kamu memutuskan untuk menggantungkanku dengan Jeonghan wkwkwk, ga ding canda. ya abis ungu itu kamu menggantungnya jadi ya emang Ungu “misterius”. dan endingnya masih membuT kita menebak nebak alasan jeonghan wkwkwk. apalagi dia mendadak sksd lagi yg udah pro. great!

    see ya~

    Suka

  3. Salam kenal, AI-ssi!

    Mari kita mulai reviewnya.

    Judul:
    Magician’s Spell. Dari judulnya aku langsung tertarik buat baca. Aku udah menghayal aja kalau spellbya bakal romantis gitu deh.

    Isi Cerita:
    Simple. Tapi gak sesuai ekspetasi awal. Manis di ending. Tapi terlalu menggantung tanpa jelas kelanjutannya. Aku gak bisa dapet inti dari cerita ini.

    Bagus tapi terlalu simple. Alangkah baiknya jika diberi penjelasan mendalam.

    Terima kasih sudah memberikan bacaan seperti ini!🙂

    With love,

    Energytea

    Suka

  4. Halo kak Al! Tob disini. Salam kenal:)

    Kurang lebih sama seperti di atas. Ini terlalu cepet. Aku pikir masih ada lanjutannya, nagih. Serius. Ketagihan karena diujung itu harusnya ada cerita lagi. Huft. Penasaran:”””)

    Overall aku suka ceritanya. Simple, menarik, cmn kurang panjang aja: “)

    Nice, kak!^^

    Suka

  5. HALO!
    Salam kenal, kak!

    Ceritanya ngalir, asyik. Aku menikmati. Apalagi pas bagian Jeonghan nunjukin sulapnya. di situ aku kok agak baper ya. Wkwkwk. Tapi aku masih ga paham ini konflik ceritanya apa.

    Keep Writing!^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s