[Movie Festival 4] Blue Neighbourhood by Juliahwang

 Blue Neighburhood - juliahwang

[IFK MOVIE FESTIVAL 4]

BLUE NEIGHBOURHOOD

a movie by Juliahwang

starring

[17’s] Kim Mingyu & [17’s] Joshua Hong

support cast [Soloist’s] Dean as Kwon Hyuk

Genre: Bromance, Friendship, Slice of Life, AU! Rating: Slash/PG-15 Duration: Vignette

Happy 4th Anniversary IFK!

Ketika langit tak dapat menjangkau bumi. Ketika pulau terpisah oleh lautan. Ketika lebah lebih memilih sang bunga. Dan, ketika aku mencintaimu sebagai sebuah larangan.

.

.

.

Dengkuran khas dari seorang Joshua terdengar berirama memenuhi kamar bernuansa putih dan biru itu. Netranya terbuka sempurna ketika sang mentari membelai lembut wajah tampannya. Bunyi ‘bip!’ yang berasal dari ponsel di atas meja lah yang kemudian merusak atensinya pagi itu.

“Hong, kita bertemu di Cafétaria jam sepuluh setelah makan siang. Jangan memakai kemeja norak yang merusak mata!”

Joshua nyengir setelah membaca kalimat demi kalimat pesan dari sahabatnya, Kwon Hyuk. Seorang blogger kenamaan yang begitu polos dan terlalu jujur. Apa pun yang keluar dari mulutnya sangat menyakitkan bila didengar. Kecuali, itu semua tidak pernah berlaku bagi seorang Joshua Hong.

Tungkai panjangnya berjalan perlahan menuju kamar mandi. Melakukan ritual pagi hari yang menyegarkan kemudian bersiap berangkat kerja. Joshua adalah seorang guru di SMA Inseong. Dengan berbekal wajah tampan dan kepintaran, kalian pasti tahu betapa populernya Joshua di sekolah untuk ukuran seorang guru.

Satu hal yang Joshua tak pernah tahu; setiap pagi lelaki yang tidur di samping kamarnya sudah berangkat ke sekolah dalam diam.

.

.

Kim Mingyu kembali menghisap batangan tembakau itu untuk kedua kalinya. Mengepulkan asap berbentuk bulat ke langit adalah bagian yang paling ia senangi. Menurutnya, surga dunia adalah apa yang dilakukannya sekarang. Membolos sekolah dan merokok sepanjang hari tanpa ada yang tahu.

Menjadi berandalan SMA Inseong yang paling ditakuti membuat Mingyu bagaikan seorang raja. Ia tak pernah takut pada siapa pun walau itu gurunya sendiri. Wajah tampan dengan kulit cokelat yang seksi membuatnya banyak di gandrungi gadis-gadis Inseong. Semua kesempurnaan ada padanya. Tapi sempurna baginya belum cukup ketika ia harus hidup sendiri tanpa teman dan keluarga.

Dramatis sekali hidup seorang Mingyu. Ia bahkan sering melampiaskan kesepiannya dengan pergi minum dan bersenang-senang seperti pria yang telah berumur. Tujuh belas tahun umurnya bukanlah sebuah jaminan. Mingyu bisa melakukan apa pun agar tetap terlihat bahagia. Hidup sendiri tak lagi ia rasakan ketika seseorang mengajaknya untuk tinggal bersama. Bersedia menjadi wali dan berencana akan merubah hidupnya. Tak perlu jauh-jauh mencari, mereka begitu dekat saat ini.

Kesenangannya di atap sekolah harus berakhir ketika sebuah tangan menyentuh bahunya. Saat menoleh, ia mendapati Joshua tengah berdiri di sana sambil tersenyum tipis. Mingyu tidak terkejut. Hal itu biasa terjadi bahkan setiap saat. Joshua selalu menangkap basah dirinya. Dan Joshua pula ‘wali’ Mingyu yang kini tinggal bersamanya.

“Oh, kau rupanya,” Mingyu hanya menoleh sekilas lalu melanjutkan kembali aktivitasnya tanpa memperdulikan Joshua yang kini duduk di sampingnya. “Hyung tidak mengajar?”

“Aku sedang mengajar di kelasmu,” sahut Joshua datar.

“Lalu?”

“Kau absen lagi.” Kali ini Mingyu tertawa miris dan membuang puntung rokoknya. Joshua kemudian beranjak memutar tubuhnya ingin pergi.

“Jika kau tak mendengar perkataanku lagi dan tetap membolos, jangan panggil aku ‘Hyung’ dan mencariku jika kau sedang kesusahan.”

Mingyu hanya mengangguk seakan mengerti tapi tetap tak beranjak. Baru menyadari kembali bahwa Joshua sudah pergi dari tempat itu. Napasnya berembus panjang. Matanya menutup menikmati angin sepoi yang begitu menyejukkan.

Ia tak akan kembali jika bukan Joshua yang meminta. Pria itu sudah mengenal Joshua sejak awal ia menginjakkan kaki di sekolah ini. Hanya Joshua tempatnya mengadu jika ada masalah, dan Joshua pula yang akan senantiasa mendengar keluh kesahnya sebagai kakak laki-laki yang bijaksana. Mingyu tak mengerti kenapa ia bisa takluk pada Joshua. Bagi Mingyu, jika lelaki yang lebih tua empat tahun darinya itu berbicara padanya, naluri Mingyu pasti mengiyakan dan menurutinya. Tak ada kata Joshua yang berani ia tolak dan ia berani menjamin itu.

Mingyu akhirnya keluar dari sarangnya. Menyusuri koridor sekolah yang sepi dan masuk dengan cueknya ke dalam kelas; di mana Joshua sedang mempresentasikan pelajaran. Wajah Joshua berseri melihat Mingyu kembali masuk kelas—walau terlihat sekali Mingyu sangat malas.

“Yes, Kim Mingyu!” Joshua dengan cepat menunjuk Mingyu yang baru saja akan tertidur dan tersenyum ke arahnya. “Tell me, what do you think about true love?” Semua mata menatap intens ke arah Mingyu yang kini terlihat bingung. Ingin sekali ia mengumpat kenapa harus Joshua yang mengisi kelas Bahasa Inggris dan kerap menunjuknya untuk menjawab pertanyaan.

“I—I don’t know, Mr.Hong,” sahut Mingyu dengan tergagap. Joshua sama sekali tak menerima alasan Mingyu yang tidak tahu itu dan mengulang bertanya kembali. “Oh come on, Kim Mingyu! I don’t receive an answer like that from my students. Just describe what you know.” Cekikikan mulai terdengar di penjuru kelas ketika melihat seorang Kim Mingyu malu dengan wajah bersemu merah. Ia menunduk dalam kemudian dengan setengah hati menjawab pertanyaan Joshua.

“True love is the feeling of two couples who love each other. Bad or not, they will not care and stay together.”

Sunyi senyap kali ini lebih mendominasi ruang kelas. Puluhan pasang mata kini menatap tak percaya ke arah Kim Mingyu. Joshua mengacungkan jempolnya diikuti riuh tepuk tangan. Mingyu hanya menatap mereka sambil memutar bola mata tak peduli. Rekor baru muncul dari seorang Kim Mingyu sang Raja Pembuat Masalah.

“Dasar orang-orang bodoh,” gumamnya lalu membenamkan wajah di lipatan tangan.

oOOOo

 

Joshua berlari kecil menuju Cafétaria sekolah. Menengok dari kaca luar memastikan, Kwon Hyuk ternyata sudah berada di sana lebih awal. Ia memasuki café kemudian menghempaskan pantat ke kursi tepat di hadapan Kwon Hyuk. “Lama sekali!” cerca Kwon Hyuk yang hanya mendapat permohonan maaf dari Joshua.

Mereka mulai bercengkrama dan mengobrol sampai Kwon Hyuk memotong pembicaraan mereka. “Apa kabar anak itu?”

Joshua menelengkan kepalanya dengan alis bertaut. “Maksudmu Mingyu?” tanya Joshua memastikan bahwa ia tak salah orang.

“Siapa lagi yang terus menempel padamu kalau bukan anak itu.”

Joshua hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepala. “Ia hanya butuh perhatian. Selama ini ‘kan ia hidup sendiri. Menjadi kakak angkatnya bukanlah hal yang mudah.”

Kwon Hyuk hanya mengangkat bahu. ”Well, semoga saja kau bisa merubahnya.”

Joshua mengangguk pasti sambil menyeruput Americano-nya. “Tentu saja.”

.

.

Duduk manis, menonton bola atau memainkan ponsel adalah aktivitas membosankan yang sering di lakukan Mingyu jika ada Joshua di rumah atau lebih tepatnya ketika hari libur. Tinggal satu atap dengan guru yang ia anggap kakaknya itu memang tidak menyenangkan. Ia yang meminta jadi ialah yang harus menanggung semua. Menjadi anak baik yang hanya bermain di rumah.

Apartemen besar bernuansa biru dan putih itu memberikan kesan nyaman bagi siapa pun yang datang berkunjung sekali pun Mingyu yang tinggal di sana. Lengan panjangnya menyusuri kulkas dan mengambil beberapa cemilan untuk teman menonton bola. Pagi ini Joshua belum turun dari kamarnya membuat Mingyu bosan setengah mati sendirian di ruang tengah.

Suara langkah kaki akhirnya memecah komentator bola dalam membawakan acara. Mingyu menoleh dan mendapati Joshua berpenampilan kasual hendak pergi. Ia enggan bertanya karena itu bukan urusannya. Tapi entah mengapa hatinya merasa sedih karena ia tak di ajak.

“Gyu, kau tak bersiap?” Joshua mengambil segelas susu kemudian menghampiri Mingyu di ruang tengah. “Baru saja aku ingin mengajakmu jalan-jalan hari ini.”

Rona bahagia tak bisa Mingyu sembunyikan. Tak banyak bicara dan melesat mengganti baju. Tak sampai lima menit, dengan hanya memakai topi dan jaket, Mingyu siap jalan-jalan hari ini.

“Kita ke mana, Hyung?”

Joshua hanya tersenyum kemudian memutar setir membelah jalan. “Akan aku tunjukkan tempat yang indah.”

Padang rumput dengan langit biru yang cerah dan pepohonan rindang bukan lah tempat yang Mingyu pikirkan di sepanjang jalan. Menikmati segarnya udara dan lembutnya sinar mentari membuat Mingyu ingin sekali tinggal di tempat itu. Joshua berdiri di sampingnya sambil menutup mata. Menikmati suasana tempat itu yang tak berubah selama bertahun-tahun lamanya.

“Aku pikir di bumi tak ada tempat seindah ini.” Mingyu menoleh ke arah Joshua. Tersenyum manis lalu merebahkan diri menikmati rerumputan. Joshua mengikuti jejak Mingyu dan merebahkan tubuhnya tepat di samping pria itu. Menatap cerahnya langit berhias awan-awan selembut kapas.

“Aku begitu menyukai tempat ini. Rasanya, ini adalah tempat bagi orang-orang sepertiku.”  Joshua menjelaskan yang langsung mendapat perhatian Mingyu dengan cepat. “Aku suka sekali ketenangan.”

Mingyu mengangguk paham dan kemudian mengungkapkan, “Kau cocok sekali dengan warna biru.”

“Aku memang suka warna biru.”

“Dan karena itu kalian sama.”

Mereka terdiam kembali. Kali ini mendengar burung bercicit merdu di ranting pohon. “Kalau kau suka warna apa, Gyu?”

“Aku suka abu-abu, karena bagiku abu-abu terlihat seperti diriku … tak jelas tanpa arah.”

Joshua tak tahu harus berkata atau pun menjawab apa. Rona bahagia Mingyu kini berubah suram. “Aku ingin bercerita sesuatu,” Atensi Mingyu kini teralih kembali. “Biru dan Abu-Abu itu saling melengkapi. Contohnya kita ambil dari langit. Ketika akan turun hujan, langit akan berubah menjadi abu dan penuh kilat yang menyambar. Mendatangkan hujan deras dan membuat semua menjadi basah dan dingin karenanya. Sesudah itu apa yang terjadi? Langit biru yang cerah datang kembali mengganti langit abu. Memberikan kehangatan dan kesegaran bagi siapa saja. Mereka saling menguntungkan sesuai kemampuan mereka. Tak usah menjadi yang lain jika kemampuan itu hanya ada pada dirimu. Jika abu adalah kesedihan tak jelas, cobalah mencari biru yang penuh ketenangan. Bertegur sapa mengubah cuaca yang menjadi tanggung jawab keduanya.”

Mingyu terdiam sambil menyimak dengan baik. Ia memikirkan bagaimana Joshua bisa dengan cepat mengubah suasana hatinya. Filosofinya mengenai abu-abu dan biru sangat luar biasa. Joshua tahu bagaimana membuat lingkungannya berpihak pada pria itu. Lingkungan biru benar-benar milik Joshua seorang.

Hyung, bagaimana dengan rasa suka dan cinta? Apa warna-warna juga berpengaruh akan cinta dan kasih?”

Mingyu tak tahu apa yang ia katakan. Hatinya berdegup setiap kali Joshua berkata yang membuatnya tenang. Masa bodoh dengan segala pantangan yang ada. Ketika jemarinya bertaut dengan jemari Joshua, Mingyu merasa aman.

“Rasa suka datang dari mana saja dan kapan saja, Gyu. Warna-warna yang tak mungkin juga bisa saling mengisi. Seperti bahasan di kelas kemarin, true love never looked at anything.”

Mingyu tersenyum tipis. Ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Tinggal bersama Joshua selama setahun membuatnya mengerti dan belajar; tidak ada yang tidak mungkin.

Hyung…” Joshua menoleh ke arah Mingyu. Mengangkat alisnya menunggu pria di sampingnya berbicara.

“Bagimana jika si abu jatuh cinta pada si biru?”

Bukan saatnya menjadi si tidak peka. Bukan saatnya tertawa meremehkan. Bukan saatnya menjadi diam. Bukan saatnya pula untuk tidak tahu.

Langit biru dengan hiasan si kapas putih menjadi saksi. Saksi bisu ketika si abu pada akhirnya mencintai si biru sebagai sebuah larangan.

-fin

 

 

A/N :

  1. HAPPY ANNIVERSARY YANG KE 4 IFK! MAKIN JAYA SELALU DAN BE THE BEST~ KOMPAK SEMUA STAFF DAN READERSNYA POKOKNYA AKU SAYANG KALIAN~~❤
  2. Maaf untuk ff bromance tak bermutu ini silahkeun yang mau kritik ataupun saran kuterima dengan senang hati ^^
  3. Maafkan untuk semua yang tidak masuk akal dan kesalahan di atas apalagi aku sok english gitu astaga #RIPEnglish! /.\
  4. Pokoknya #MakeIFKGreater xD

 

19 thoughts on “[Movie Festival 4] Blue Neighbourhood by Juliahwang”

  1. Argh itu ending-nya APAAAAA??!!!
    Liat summary dan description di atas kusudah tak berani menduga2 kalu akan jd seperti ini. Ada apa dengan biruuu😀 hahahaha
    Story-line yg cukup berani. Yey, sukses terus untuk kamu!^^

    Suka

    1. Hai Xianara! ^^

      Hoho harus berani sih ngambil yg begini dan eksekusinya harus tepat /plak
      btw sorry late reply banget dan terima kasih sudah mampir 😘

      Suka

  2. Biru ga jawab nih jul? hah?? ga jawab??
    kmu apain adekku juuulll.. ealah..tpi kok kmu kek dukun.. aku emang bkin karakter mingyu kek gtu lho. atau jangan-jangan kita sehati 😂😂😂😂

    jul katakan padaku klo ini typo (ato mata gue yg siwer.
    Wajah Joshua berseri melihat Mingyu kembali masuk kelas—walau terlihat sekali Mingyu sangat malas—.
    atau jangan jangan tanda – penutup gitu boleh? /cerewet lu kak/

    tapi jul ini asoy 😭 cuma aku ga tau fungsinya si supported cast itu apa jul.
    Aku sukak Mingyu 😚 aku ga mo bilang suka kmu ya, nanti kita jdi kek si biru & abu, kan ga lucu 😂😂😂😂

    lope lope untykmu mbak jul😚😚😚

    Suka

    1. Yuhu hai MbaDel! ^^

      Sorry banget telat bales but terima kasih sudah mampir baca dan komen ff nista ini 😘

      Hoho sudah di jelaskan sih kak aku sengaja gantung soalnya gak kuat takut makin nyerempet /plak 😂
      Aku gatau sih kak huhu btw makasih koreksinya yaa 😘

      Fungsi support cast yaa begitu … intinya sih cast ff di author lain harus ada di ff ini jadilah begitu /plak

      Aku pun suka Mingyu-Josh kak ya ampun 😂
      Sekali lagi makasih udh mampir mbadel~

      Suka

  3. udah kena tanda bromance dari awal… dan ternyata memang berakhir begini. nah lhoo! 😂
    halo! masih kebawa ending si abu sama biru memutuskan untuk mengabaikan larangan dunia nih haha. jadi mingyu adalah si anak berandalan yang sebenernya haus kasih sayang, lalu datanglah joshua yang memberikan perhatian dan tempat tinggal. ah elah mas :”
    bahasa inggrisnya bener kok. cuma nemu satu typo di bagian joshua bilang “…I not receive an answer like that…” yg harusnya “…i am not…”
    oh, dan kemunculan kwon hyuk disini. kok aku ga menemukan hubungannya dengan dua tokoh utama kita ya? mungkinkah kwon hyuk adalah tempat curhat joshua perihal mingyu, mengingat kwon hyuk tahu tentang mingyu? hm hm.
    yep. sekian dulu deh. semangat nulis ya!

    Suka

    1. Hai Rineema! ^^

      Sorry late reply banget but thank you for the review and correction 😘

      Hoho mau jelasin peran Kwon Hyuk sih, kan rules kita emang harus ada cast dari ff sebelumnya jadi ff dari author lain harus ada di ff ini, jadi muncullah Kwon Hyuk yg garis besar sih seperti yg km jelasin di atas 😂

      Sip sekali lagi makasih udh mampir~

      Suka

  4. hi there!

    quotesnya sudah indikasi cinta terlarang banget, sayangnya tak diceritakan perasaan si biru ke abu-abu. hehhe alias yah dibikin gantung deh.

    anyway, ada grammar english-nya yg kurang hehhe. “I not receive”, to be nya ngga ada, harusnya sih ada jadi, “I don’t receive” yah karena receive kata kerja bentuk 1, jadi pakai do/does. tapi okay kok, masih dapet maksudnya. sisa grammar bahasa inggris yg lainnya aku pun tak tau hehehe, toh tetep ngena maksudnya.

    entah tapi keliatan so kiyowo sekali gimana Mingyu macem jadi anak penurut yg ga bisa bantah apa-apa ke Joshua. hihihi

    see ya~

    Suka

    1. Hai Thia!

      Sorry late reply banget but makasih banyak review sama koreksinya 😘

      Hoho sengaja banget buat gantung emang biar penasaran /plak

      Sekali lagi makasih yaa~

      Suka

  5. Salam kenal, Juliahwang-ssi!

    Mari aku mulai reviewnya.

    Judul:
    BLUE NEIGHBOURHOOD. Castnya Mingyu dan Josh. Bromance. Mereka tetanggaan? Terus rumah mereka warna biru?

    Isi Cerita:
    Ketika langit tak dapat menjangkau bumi. Ketika pulau terpisah oleh lautan. Ketika lebah lebih memilih sang bunga. Dan, ketika aku mencintaimu sebagai sebuah larangan.

    Suka kata-kata diatas.

    Pertama kali baca, kukira yang telp Josh tuh Mingyu. Rupanya Dean. Lalu di scene selanjutnya ada Mingyu lagi ngerokok. Anak SMA. Josh wali kelasnya.

    Oh. Jadi Mingyu tinggal bareng sama Josh.

    Kok feelingku rada aneh, ya? Kayak bakal muncul bau-bau fujo wkwkwkwk.

    Oh. Maksudnya Blue Neighborhood tuh si Joshuanya. Kukira mereka tetanggaan terus cat rumahnya biru.

    Eh.

    Bener.

    Diakhir si Mingyu malah ngomong gitu ke Josh. Untung gak di perjelas sama authornya. Haha.

    Maklum. Aku gak terlalu suka hal begitu. Kukira bromance abang-adik. Yah, walaupun ini termasuk abang-adik juga. Tapi ya…. Ah sudahlah.

    Aku suka cara penyampaiannya. Rapih. Bagus. Gak bikin bosan.

    Terima kasih sudah memberikan bacaan seperti ini!:)

    With love,

    Energytea

    Suka

    1. Hai Energytea! ^^

      Maaf untuk late reply but thank you soo much for the review 😘
      aku mau meluruskan sesuatu sih sebenarnya arti ‘Blue Neighbourhood’ itu ‘Lingkungan Biru’ dan Mingyu jadi terjebak lingkungan biru milik Josh setelah lama tinggal bersama /plak
      hehe aku emang sengaja gak buat ini nyerempet banget sampe aku gantung gitu ceritanya /plak dan jujur aku pun gak terlalu suka cerita yaoi 😂 hehe

      Okay makasih udh mampir dan memberikan review 😘

      Suka

  6. hai, kajuulll^^ /sokkenal; dideathglare; nyengir.ggg\ oke, namaku Namie, garis 02 hehe.
    wow, wow, awalnya tertarik sama judul (yg mana habis itu ngebuat aku mikir kalau judul emang bener-bener first basic of a story. haha. padahal jg lupa-lupa ingat arti ‘neighbour’, to the point-nya hrs mikir dulu lol), terus habis di buka kan ya, cast-nya si Mingyu and his hyung a.k.a Hong wehe, and the finally aku baca deh hehe.

    my God, summary-nya agak ‘mwehehe’ ya *shy* dan, dan si Ming demi apa, karakternya dugal alias nakal penurut gitu, walau nurut cuma sama si Hong sih.-. but, that’s so cute >^^^<

    Suka

  7. oh, aku gatau kenapa komen sebagian bisa ilang. but, yg di atas itu sungguhan kepotong banyak.-.

    wkwk, sudahlah. pokoknya keep writing yaa!^^

    well, itu moodboard-nya baguuusss!><

    Suka

    1. Hai Namie! ^^

      Huhu sorry late reply banget dan komen km kepotong banyak, but thank you soo much udh mampir ke ff nista ini hahaha 😂
      aku buat ini aja susah bayangin mrk bikos aku ini meanie shipper /plak dan pada akhirnya jadilah begini 😂

      Sekali lagi makasih banyak yaa salam kenal juga dariku 😘

      Suka

      1. Noprobsss, kak Juls hehe! Daaann you’re welcome!😁 Jujur, ff ini feel-nya menurutku wow, entah kenapa😁😁
        Yap! Kadang susah kalau cast-nya itu `agak beda` dari yg kita favoritkan 😂😂/abaikan\
        Siip, kak Juls! Salam kenal juga^^ Keep writing, kaaak!^^

        Suka

  8. Halo!
    Salam kenal, kak!

    Aku menemukan beberapa typo. Itu aku-abu sama bukan lah. Cuma itu doang.
    Di luar itu, ceritanya keren! Mengalir. Aku menikmati banget.
    dan endingnyaaaa sumpah itu bikin kaget! Mingyu kenapa kamu naksir om jooo? terus wonu mau kamu ke manainnn? /abaikan/
    Intinya aku suka. Ringan tapi bermakna.

    Nice, kak! Keep writing!^^

    Suka

    1. Hai juga Ghina! ^^

      Wah makasih banyak atas reviewnya yaa besok akan aku perbaiki lagi waktu nulis.
      Wonunya simpen dulu haha mingyu emang pen maen ama kak josh sementara 😂

      Btw makasih banyak udh mampir 😘

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s