[Vignette] Flashback

8th-anniv-flashback

Flashback

a story by thelittlerin

.

2PM

Friendship, Life, sligh!Sad

R-15 Vignette

.

Recommended song

2PM – 一緒に過ごした時間 (The Time We Spent Together)

.

happy watching!!

Rasanya baru kemarin ia menginjakkan kaki di atas panggung untuk pertama kalinya. Bermandikan lampu sorot dan tenggelam di antara teriakan-teriakan yang memanggil namanya.

Nichkhun ingat sekali rasa itu. Bagaimana dadanya dipenuhi rasa bangga ketika mereka berhasil menyelesaikan penampilan pertama mereka. Banyak kesalahan di sana-sini, tentu saja. Tetapi, poin pentingnya adalah ia dan teman-temannya berhasil mencapai mimpi mereka setelah tahun-tahun yang penuh perjuangan.

Nichkhun ingat bagaimana ruang tunggu mereka dipenuhi oleh tangis bahagia.

Mereka bertujuh—sebelum satu kesalahan merenggut sosok pemimpin mereka—membentuk lingkaran. Mengucapkan kata terima kasih secara bergantian, yang diakhiri dengan teriakan pembakar semangat.

Ia ingat betul semua itu. Sama segarnya seperti ingatannya tentang kejadian kemarin.

Delapan tahun berlalu, dan Nichkhun masih ingat semua rasa itu.

.

.

Tepuk tangan meriah diiringi dengan suara teriakan pecah membahana malam itu. Namun tampaknya tidak ada satu pun yang dapat memasuki kedua indera pendengaran Nichkhun.

Ia terlalu terkejut dan takjub untuk dapat mendengar apa pun.

Seorang senior menarik Nichkhun dan memeluk lelaki itu. Memberikan ucapan selamat atas penghargaan yang mereka dapatkan tahun itu. Tetapi, lagi-lagi, Nichkhun hampir tidak bisa merasakannya. Masih terlalu terkejut dan takjub untuk dapat merasakan apa pun.

Kepalanya tertoleh, mendapati sesosok laki-laki duduk dengan wajah berada di kedua tangannya. Tanpa perlu melihat dua kali pun Nichkhun tahu, adiknya sedang menangis.

Seorang Jang Wooyoung terus menangis. Ketika mereka bergantian memberikan ucapan terima kasih, lelaki itu menangis. Bahkan hingga mereka bersiap untuk penampilan mereka, lelaki itu masih menangis.

Nichkhun ingat bagaimana mereka menyisakan satu tempat untuk satu orang. Memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa dia masih ada di hati mereka—bahwa mereka tidak melupakannya.

Dan Nichkhun ingat bagaimana suara dia digantikan oleh nyanyian penggemar.

Tujuh tahun berlalu, namun rasanya masih seperti kemarin

.

.

Kilat lampu blitz tak henti-hentinya menyinari sosok keenam pria. Terduduk lemas dan wajah dipenuhi kesedihan, tenggelam dalam pertanyaan-pertanyaan juru tinta yang seakan tidak berujung. Satu demi satu mencecar, menuntut penjelasan atas kejadian menghebohkan ini.

Tidak ada yang bisa menjawab, sampai akhirnya seorang Ok Taecyeon memutuskan untuk menjadi tameng terdepan bagi mereka semua.

Keputusan yang menjadikan sosok lelaki itu menjadi sosok paling dibenci.

Nichkhun hanya bisa duduk termenung di kursinya, membiarkan sang teman menjawab semua pertanyaan.

Ia baru saja kehilangan sosok seorang teman lainnya. Sosok pemimpin di antara mereka. Seseorang yang sama seperti dirinya—yang datang dari negeri seberang untuk menguji nasib di negeri orang.

Nichkhun ingat bagaimana mereka menghilang selama beberapa saat. Bersembunyi dari semua orang sebelum kembali ke atas panggung bersinarkan cahaya lampu sorot yang gemerlap. Sebelum akhirnya memutuskan mereka cukup kuat untuk kembali bersama.

Enam tahun berlalu sejak saat itu, dan Nichkhun masih mengingat semuanya.

I’m gonna be okay.

I’m never going without a fight.

.

.

Nichkhun percaya, lima tahun yang lalu adalah awal dari puncak mereka selanjutnya.

Penampilan mereka di negeri orang mendapat sambutan meriah.

Mereka berkeliling ke penjuru negeri untuk pertama kalinya, mengunjungi beberapa kota yang selama ini hanya bisa ia lihat melalui media massa. Bertemu orang banyak, merasakan kembali bagaimana seruan gegap gempita mengelilingi dirinya.

Dan ketika seluruh orang bernyanyi untuknya, untuk mereka, rasanya Nichkhun ingin menangis. Mengingat kembali kejadian yang sama di tahun sebelumnya—di tempat yang berbeda pula.

Nyanyian itu indah. Lebih indah dari lagu mana pun yang pernah ia dengar.

Ia melihat sekelilingnya. Teman-temannya sudah terlebih dahulu meneteskan air mata rupanya. Kedua pipi seorang Lee Junho bahkan sudah basah—entah sejak kapan lelaki yang lebih muda dari Nichkhun itu menangis.

Nichkhun lantas mengalihkan pandangannya. Tak sanggup melihat yang lain menangis. Kembali berfokus pada setiap kata yang bergema di seluruh penjuru arena.

Don’t forget, I’m always by your side

.

.

Tahun ini menjadi tahun yang paling dibenci oleh Nichkhun.

Bagaimana tidak?

Kim Minjun mengawali tahun barunya dengan melewatkan hari di rumah sakit. Menjalani operasi kedua pada lututnya yang dulu sempat terkena cedera saat latihan. Walaupun lelaki itu masih tersenyum saat Nichkhun menengoknya, tetap saja rumah sakit tidak memberikan kenangan manis di awal tahun itu.

Kemudian, tak lama berselang, kabar duka menghinggapi Minjun lagi.

Ayahnya menghembuskan napas terakhir. Meninggalkan istri dan dua anaknya—Minjun dan adik laki-lakinya.

Nichkhun ingat bagaimana ia langsung bergegas menuju kediaman Minjun di Daegu, merasakan sakit yang sama dengan yang dirasakan Minjun—ia, sama seperti Minjun, juga sangat sayang pada keluarganya. Teman-temannya yang lain pun demikian, bersama dengan keluarga langsung menuju rumah duka sebelum ada yang sempat bertanya lagi.

Bahkan Lee Junho, yang saat itu sedang berada di luar negeri, langsung meminta keluarganya untuk datang membantu. Meminta mereka untuk setidaknya dapat menjadi penyemangat bagi keluarga Kim.

Dan setibanya mereka di sana, Minjun langsung menangis. Air mata yang berhasil ditahannya sedari tadi sekejap merembes keluar begitu lelaki itu melihat sosok teman-temannya.

Rasanya baru kemarin Nichkhun melihat Minjun menangis ketika insiden itu terjadi.

Kesalahan kecil yang Nichkhun lakukan berakibat fatal.

Orang-orang membencinya, menudingnya, bahkan menuntutnya untuk hengkang dari negeri ini. Dalam sekejap publik membalikkan punggung darinya. Tak ingin melihat wajahnya lagi—padahal dulu ia disanjung berkat anugerah Tuhan yang ia dapatkan itu.

Tidak hanya itu, teman-temannya juga menerima imbasnya.

Kini seluruh negeri membenci mereka semua. Walaupun Nichkhun tahu, hanya dirinyalah yang pantas dibenci. Teman-temannya tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Kalau kalian mau, tinggalkan saja aku.”

Itu usul Nichkhun—dan juga perusahaan—tahu bahwa sentimen publik terhadapnya tidak akan berdampak bagus pada lagu yang akan mereka keluarkan.

Namun, jawaban yang keluar dari bibir teman-temannya membuat Nichkhun terhenyak.

“Tidak, kami akan menunggumu.”

Empat tahun yang lalu, Nichkhun menjadi sangat yakin pada pertemanan mereka.

.

.

“Because of me, you have a very hard time—“

Kalimat itu tidak dapat diteruskan, walaupun masih banyak lagi yang ingin diungkapkan. Bukan karena suara teriakan yang menghentikannya, melainkan karena Nichkhun sudah terlebih dahulu meneteskan air mata. Air matalah yang membuat Nichkhun tak kuasa berkata, melanjutkan permintaan maafnya pada semua orang.

Lee Junho sudah terlebih dahulu memeluk dirinya. Disusul yang lain, hingga Ok Taecyeon ikut melingkarkan lengannya setelah sebelumnya sudah berpuas diri dengan hanya menepuk pelan punggung Nichkhun.

“I’m so thankful that you still believe and love me.”

Air matanya masih menetes, namun kali ini Nichkhun bisa mengendalikan suaranya agar tetap stabil. Agar ia tetap bisa mengucapkan kata yang ingin ia keluarkan. Meminta maaf atas segala tindakannya. Berterima kasih pada semuanya yang masih bertahan di sisinya.

Hwang Chansung membalikkan tubuhnya selagi Nichkhun berbicara. Begitu juga dengan Kim Minjun. Nichkhun tahu, kedua temannya itu masih menangis.

Ok Taecyeon dan Jang Wooyoung hanya terdiam. Memandang ribuan balon berwarna hitam dengan mata berkaca-kaca. Membiarkan Nichkhun untuk terus berbicara—bagaimanapun, ini memang waktu untuk Nichkhun. Lee Junho juga terdiam, lengan kanannya masih melingkar di pundak Nichkhun dan mengusap bahu lelaki itu pelan. Berusaha memberikan kekuatan agar Nichkhun sanggup menyelesaikan keinginannya.

”I’ll give back with working hard and having a great comeback.”

Tiga tahun silam, dan itulah janji yang diucapkan Nichkhun di hadapan semuanya.

.

.

“Selamat.”

Minjun hanya tersenyum seperti orang bodoh. Tetapi Nichkhun tahu, hal itu terjadi hanya karena Minjun terlalu senang untuk dapat berkata-kata.

Setelah enam tahun berjalan, melalui banyak perjuangan. Setelah bertahun-tahun bekerja keras mengembangkan bakat dan kemampuan. Akhirnya kerja keras Minjun terbayar sudah.

Tim panel sepakat untuk menjadikan lagu gubahan Minjun sebagai lagu utama. Menempatkan namanya dalam jajaran produser di album mereka kali ini. Menjadi suatu kebanggaan, lantaran selama ini sosok panutan mereka-lah yang namanya terpajang di sana.

Dan kabar gembira untuk mereka tidak berakhir sampai di sana.

Rencana konser mereka tahun ini lebih besar dari sebelumnya. Bertajuk ‘tur dunia’, kali ini mereka akan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah mereka datangi—walaupun tidak semua, tapi itu cukup untuk membuat mereka bahagia.

Sangat bahagia meskipun ada satu insiden kecil yang sedikit mengubah suasana.

“Everybody knows.”

Itu yang dikatakan oleh Minjun dua tahun silam.

.

.

“Welcome to the House Party.”

Perkataannya mendapat sambutan meriah. Nichkhun tersenyum, hampir tidak memedulikan peluh yang sudah membasahi sekujur tubuhnya—toh selama dua setengah jam ke depan ia akan terus berada dalam kondisi seperti.

Tahun ini menjadi tahun yang sibuk bagi mereka. Dengan segala macam kegiatan individu, mereka hampir-hampir tidak memiliki waktu untuk berkumpul bersama. Hingga akhirnya album tahunan mereka dirilis beberapa hari yang lalu.

Namun sayangnya, akibat ulah satu pihak yang seenaknya membatalkan janji, mereka hanya bisa berkumpul selama seminggu. Tujuh hari plus dua hari konser di ibukota, sebelum akhirnya mereka harus kembali ke kesibukan masing-masing.

Tetapi demi melihat ribuan penggemar, dan demi mendengar teriakan gemuruh mereka semua. Nichkhun rasa kejadian yang menimpa mereka terbayar sudah.

“Thank you so much. I don’t know what to do.”

Mereka kembali menyanyikan lagu itu hari ini. Setelah sekian lama tidak menyanyikannya.

Dan Nichkhun ingat, setahun yang lalu ia menyanyikan lirik bagiannya dengan ketulusan yang sama seperti yang ia lakukan enam tahun silam.

.

.

“Bagaimana?”

Tidak perlu waktu lama bagi kelima orang lainnya untuk mengucapkan kata ‘setuju’. Bahkan kata itu langsung terucap sebelum Ok Taecyeon sempat menutup mulutnya kembali.

Nichkhun tak tahu pasti bagaimana semuanya berjalan. Yang dia tahu, tiba-tiba saja manajer Park Jinyoung (PD-nim, bukan Jinyoung yang satu lagi) sudah memegang telepon genggam dan mereka tahu-tahu sudah mengucapkan salam pembuka khas.

“Kami berpikir untuk memberikan spoiler. Nichkhun-ssi?”

Ayy, kita sudah banyak melakukannya hari ini,” tolak Nichkhun, setelah Ok Taecyeon memintanya memberikan spoiler. Waktu sudah menunjukkan beberapa menit lepas tengah malam, menandakan bahwa perjalanan mereka sudah mencapai umur delapan tahun.

“Setiap orang silahkan ucapkan satu hal untuk peringatan delapan tahun kita,” kata Minjun.

Ha ha ha.

Bahkan Nichkhun tidak sadar apa yang sudah ia lakukan selama sepuluh menit terakhir. Mungkin membaca beberapa komentar dan menyanyikan sebaris lagu baru mereka yang ia ingat. Nichkhun (dan mungkin juga yang lainnya) terlalu tenggelam dalam perasaan sehingga ia hanya mengikuti arus yang ada tanpa memperhatikan apa yang sedang ia lakukan.

“Mulai dari Nichkhun.”

Hampir tidak ada waktu untuk menyiapkan pidato yang menyentuh hati. Sang manajer sudah berjalan mendekati Nichkhun, memberikan pemandangan wajah tanpa make up sang artis pria.

Thank you for spending this time with us. Thank you so much for all the happiness and love. Let’s do this forever!

Nichkhun selesai.

Junho menerima baton untuk ucapan berikutnya.

To all of our Hottest fans who work so hard on our behalf—we work hard but so do you. All of us together, forever. Promise!

Selanjutnya, Ok Taecyeon.

“Everyone, it’s our 8th anniversary. 2PM is 8 years old, old enough to be in elementary school—“

Suara latar belakang dari Nichkhun mendapat banyak kecaman dari lima orang lainnya.

“—we’ve only gotten this far because of you all. Thank you all so much. We’ll work really hard and on this next album we’ll have a lot to show you.”

Giliran Wooyoung dimulai—dengan ucapan Taecyeon yang menyuruhnya bergegas lantaran daya handphone semakin menipis.

“Thank you. Thank you for allowing us to work fod such a long time together. For this album and in the future, we’ll be men who can offer you class.”

“Chansung! Cepat, cepat!”

Semua berteriak lantaran waktu mereka yang tidak akan bertahan lama.

Fighting!” Hanya itu yang bisa diucapkan oleh sosok termuda di antara mereka.

“Thank you for spending our 8th anniversary with us! We love you so much!” Minjun mengatakan semuanya dengan cepat, sebelum menempatkan telapak tangannya bersama yang lain. Bersiap mengucapkan kalimat penyemangat khas milik mereka.”We, 2PM, love our Hottest fans!”

“Chansung-ah!”

“Don’t!”

“Stop!!”

“Can’t!”

“Stop!!”

“2PM!”

“Wow!!”

Delapan tahun sudah mereka bersama. Mengarungi segala pahit dan manisnya kehidupan.

Don’t stop can’t stop.

Until we reach the top.

 

fin.

A/N:

first of all, HAPPY ANNIVERSARY OUR LOVELY IFK!! ^^ Semoga bisa membawa manfaat bagi semua penghuninya, baik dari staff maupun movie-freaks! Sukses semuanya!!

and, it’s already been 8th years and 1 week for 2PM (karena anniv-nya tanggal 4 Sept) let’s be together forever!

4 thoughts on “[Vignette] Flashback”

  1. hi Tiwiiii!
    it’s so touching, kkkkk. meskipun aku bukan fans 2PM, jadi tahu ternyata ada anggota yg keluar ya? :”) ini menyentuh huhuhuhu. sampe ngga bisa berkata-kata baca ini :”)

    see ya~

    Suka

    1. keluarnya satu member itu salah satu shocking moment buat perKPOPan kok thi :”) dan itu juga yg jadi sumber haternya 2pm :”)

      makasih yaaa~

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s