[5th Fanfiction Contest] I for Me – syongbaby

i-for-me-syongbaby

I For Me

By syongbaby

[OC] Passion, Tulus | [IOI] Jeon Somi

Friendship AU! bitofRomance| Teen and Up

.

Passion tak berhasil mendapat titik terang alasan dibalik seorang Jeon Somi mau berdekatan dengan perkumpulan jahat itu. Ia sepenuhnya yakin bahwa Somi bukan gadis nakal yang hobi membuat masalah. Somi yang Passion kenal memancarkan pelangi keceriaan kala pertama kau menatap maniknya, begitu bercahaya hingga duniamu teralihkan. Maka ketika beberapa bulan terakhir Somi tak lagi sama—Passion hanya dapat membendung kesedihan tanpa mampu berbuat apapun.

Gosip berkeliaran, berhembus, telinga ke telinga. Tersebutlah sekian kali nama Somi dan ketua geng itu, ditaburi kata ‘sedang berkencan’, diselipi kerut di dahi pada akhir kalimat. Passion, yang mau tak mau mendengar, lantas mengambil langkah seribu hendak menemui Somi di detik setelah Gosip selesai bercerita. Bermasa bodoh dengan gadis picik bernama Gosip yang cekikikan di belakang Passion.

Selagi Passion di perjalanan, mari kukisahkan tentang hubungan ia dan gadis bernama Jeon Somi.

Somi terlahir tanpa kawan, sendirian dalam lingkup gelap, pelangi di kedua mata masih berwujud mutiara kecil sedalam samudra. Hingga hari dimana Passion datang, menyapa penuh semangat dengan rekahan senyum tiga jari. Dari sanalah Somi mulai berkenalan dengan banyak teman—Cinta, Mimpi, si ini dan si itu yang tak mampu Somi sebutkan satu per satu.

Passion terikat untuk Somi dan selamanya akan begitu.

Mulanya Passion membayangkan akhir yang indah, pun juga Somi. Suatu hari ia akan melihat Somi tersenyum cerah ke hadapan kamera sembari pamer ijazah sarjana, suatu hari ia akan melihat Somi mencium suaminya di altar atau suatu hari ia akan melihat Somi tua meminum teh hijau di terasa bersama sang suami.

 Saat membayangkannya, mereka tertawa.

Melupakan kemungkinan lain yang mungkin terjadi, salah satunya mereka mungkin lupa atas kuasa Yang Maha Kuasa.

Passion bukan bermaksud memupuskan harapan, hanya saja Somi yang terlihat tak memiliki jalan kembali kepadanya tak mampu memupuk harapan itu tumbuh. Mungkin jalan itu sudah tertutup rapat, mungkin pula ini jalan terbaik. Namun bolehkah Passion berharap ada titik kecil bernama rindu tersisa di hati Jeon Somi?

Detik itu, Passion nyaris menangis mengenang masa kecil mereka.

Sejahat itukah Somi meninggalkan dirinya, Semangat, Mimpi dan yang lain hanya demi ketua perkumpulan tak baik itu?

Melintasi lorong apartemen, menghitung nomor pintu, mata sibuk mencari. Ia tahu, sedekat apapun dengan mereka, Somi hanya akan diam termenung tanpa tahu topik apa yang bisa dibicarakan (atau barangkali risih berada dalam pelukan si Ketua Geng). Oh tentu, Somi hanya akan nyaman bersama teman masa kecilnya, Passion.

Satu dua langkah lalu terhenti, memaku tatapan pada Tulus yang berdiri di depan pintu apartemen, raut menggariskan khas dirinya—kelembutan. Ada sesuatu yang menariknya untuk bertanya namun Passion hanya diam dan termenung tepat di depan Tulus.

Hening melingkupi atmosfer selama beberapa saat. Kedua pihak tak berniat memulai percakapan kecil, terlalu larut dalam pikiran masing-masing dan memiliki satu garis yang sama—Somi telah berubah.

Arti kehadiran Jeon Somi lebih dari sekedar teman dan ini terasa jauh lebih menyakitkan karenanya.

“Kupikir Somi masih seramah dulu ternyata aku salah.”

Jeda direngut oleh Passion setelah Tulus angkat suara. Dengan kepala merunduk dan ujung kaki bermain asal, ia mencoba memilah kata demi kata yang tepat untuk dialunkan dalam sebuah kalimat, mengusahakan tak menumpahkan perasaan setitik pun. Menghirup nafas dalam lantas menghela pasrah, “ya, dia tak sama.”

Ada beberapa patah kata yang bersembunyi namun hanya itu yang mampu keluar. Kalau dia mampu memungut sebongkah keberanian, ia mungkin sudah mengetuk keras pintu apartemen Somi lantas memintanya untuk tidak melupakan ia dan segala kenangan yang mereka simpan. Nyatanya, Tulus lebih berani bergerak dan merengkuhnya dalam pelukan, menitipkan kehangatan seorang kawan.

“Kau tidak sendiri, ada aku.”

Passion balas menepuk sekilas kemudian melepaskan, memasang senyum samar untuk Tulus. “Biar kutemui ia sekarang, setuju?”

Passion sudah membayangkan lekuk wajah Somi semakin tajam, wajah yang menjadi bernuansa hitam putih tanpa ada pelangi di kedua bola matanya. Passion bisa saja tak mengenali siapa yang berada di hadapannya kalau Somi bukanlah gadis yang menjadi temannya sejak kecil, pun sekian lama tak berjumpa mungkin dapat membangun dinding tak kasat mata di antara mereka.

Namun baru saja menarik tubuh, lengannya ditarik kembali oleh Tulus. Mata itu, secercah keenggananan terbit itu, lantas mampu menghentikannya.“Apa Somi masih memiliki hubungan dengan ketua geng itu?”

“Cancer? Tidak. Dia bersama yang lebih buruk dari dia.”

Lantas dahi Passion mengerut, bingung. “Maksudmu?”

“Somi sekarang sudah bersama Kematian.”

***

12 thoughts on “[5th Fanfiction Contest] I for Me – syongbaby”

  1. This is great. Sempat bingung di awal, akibat ga terlalu merhatiin karakter yg udah ditulis di summary. Setelah baca beberapa baris selanjutnya baru ngeh sama apa yg sedang terjadi. Good luck sm ceritanya. Semoga menang! 😊😊😊

    Suka

  2. wow. ga terduga. dari identitas fic-nya bisa ditebak kalau sifat-sifat abstrak manusia jadi karakter disini. begitu baca bagian awal jadi paham kalau ini dari sudut pandang passion yg pasrah lihat somi mulai kehilangan ‘passion’. waktu nyebut ‘ketua geng’ terpikir kalau itu manusia yg udah menyeret somi ke dunia tanpa-passion, eh ternyata bukan. ending-nya juga ngena banget. intinya sih suka banget baca fic ini pagi-pagi. great job!! semangat nulis ya!

    Suka

  3. Jadi somi itu mengidap kanker terus diakhir dia meninggal ya? Wow sudut pandangnya bikin gemesin ya /? Asli bagus aku suka fic kamuu. Semangat ya, moga menang^^

    Suka

  4. dae to the bak, daebak!!!

    Point of view si Passion ini sukses besar! yap, yap, suka sama keseluruhan fiksi ini!!! ide-ide yang terutang dalam tiap teks itu racun banget. pengolahan katanya bukan sembarang! daku harus berguru padamu, Senpai :”D

    eniwei, pesan dalam fict ini tersampaikan dengan lantang dan apik di akhir. ah pokoknya suka bangett!!
    this is more than great job! sukses dan terus semangat dalam berkarya ya~~

    Suka

  5. nice sekali ceritanya. Keren banget kepikirin pakai sudut pandang kayak gini! Dapet ide darimana sih bisa pov ini^^ Jalan ceritanya juga ngalir banget. Aku suka bagian akhir pas akhirnya aku nyadar siapa ‘ketua geng’nya hihi

    gaya bahasa yang dipakai juga bikin nagih buat baca sampe ending. wuih keren dah. Sayangnya ya ada beberapa typo but it doesnt really matter sih. :’) intinya aku suka banget! titik! Terus semangat bikin karya unik kayak gini ya!

    Suka

  6. Langsung klik waktu liat ada somi hahah walau cast lain agak aneh bagiku. Tapi setelah baca keseluruhan cerita aku speechles apalagi somi kan orang nya ceria banget dan disni dia jdi suram bgt. Gudjob aku suka like love heart buat ini (?)

    Suka

  7. Heungg aku baru baca maafkan dakuuu :((( gimana bisa ngelewatin bacaan sebagus iniiiiii

    /nyesel guling-guling/

    Kakkkk!!! Berapapun line kamu aku ttp panggil kak soalnya kamu senpaiable sunbaenim yang kudu ngebantu diriku dalam memahami dunia ini. Ahahaha

    This! Jadi keinget animasi inside out haha. Aku ngiranya ketua geng itu samwan yang ngerusak hidup si Somi sehingga dia jadi gesrek wild dan sebagainya sampe ngelupan passion-nya.

    Ternyata. Kanker? Hmm aku tidak menyangka. Mungkin Somi lebih senang berteman dengan kematian daripada passion.🙂 /sedih/

    Ini tema yg udah umum but pengolahan tema ditaburi bubuk ajaib di setiap sisinya membuat cerita ini so bagusssss heungg like this pokonya!

    Salken yaa
    Love

    Sal♥

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s