[5th Fanfiction Contest] Joyfull – Sapphire

(5th IFK Fanfic Competition)

Ficlet- Joyfull

joyfull

Kita semua adalah sebuah objek, bagian dari anehnya kehidupan.

 By Sapphire

Starring Lee Sungkyung, 17’s Joshua, OC.

Genre: AU, slice of life, surrealism, riddle, psychology|Duration: Ficlet|Rating:PG15

Ini kunamakan Impossible-fic atau dengan

Kata lain adalah cerita dengan unsur

Kewajaran yang minim, jauh dari realita,

Dan kalian menebak maksudnya.

Setiap karakter disini memiliki peran, dan mereka adalah simbol.”

Joyfull

.

.

              Inspiration from “Date Tape” by David Firth.

              Belalang menemukan sesuatu yang aneh hari itu. Pintu berwarna merah yang melekat di dinding tembok, sosok pria menjelang usia kepala dua menangis didalamnya, suaranya pilu dan cempreng. Lalu Belalang mencoba berteman.

.

.

              Namanya Joshua.

              Bukan karena dia tidak punya kamar yang lebih layak dibanding sebuah lubang lorong logam seluas ruang rangkak, ada sesuatu di dalam diri Joshua yang mengajak Belalang untuk berteman. Lalu, Belalang tidak lagi hinggap di daun hijau. Belalang tidur di lantai logam , di samping lengan Joshua tatkala pria itu mulai mendengkur di malam hari. Belalang menyukai rumah Joshua. Sebuah pintu merah bulat misterius. Ketika pintu itu dibuka, terlihatlah rumah bercat putih monoton dan terdapat Joshua didalamnya. Jika Joshua pergi dari lubangnya, berangkat melakukan pekerjaanya, Belalang masih punya teman. Ada semut, Sendok makan, boneka pooh, dan cicak. Mereka menceritakan sesuatu mengenai Joshua. “Dia anak yang baik,” Belalang berargumen, meyakinkan kalau Joshua memang anak yang baik. Sekalipun terkadang dia hanya bisa tenang ketika mendengar suara kotak musik atau bel truk es krim. “Dia bukan anak yang baik!” ketus Cicak tak sependapat. “Joshua itu anak aneh! Tak ada yang menyukainya! Bahkan wanita berjas putih sekalipun!”. “Dia tidak aneh, dia hanya kesepian.” Pooh menjawab dan menjatuhkan dirinya kelantai. “Lihatlah, aku. Terlihat usang karena aku dulu satu-satunya temannya sebelum kalian datang.”. “Apa hanya aku satu-satunya disini yang waras?” Sendok makan angkat bicara. “Aku bahkan lelah untuk terus berbicara.”. “Apa maksudmu, sendok?” Belalang bingung, “Aku sependapat dengan pooh!”. “Aku akan tetap menjadi teman Joshua!” Belalang kembali berseru lalu melangkah pelan ke Pooh. “Terserah kau saja!” Sendok makan kembali tidur. “Apa ini?” dia bertanya ketika benda bulat-bulat putih terlihat berkumpul didalam sebuah botol kecil pendek. “Itu makanan Joshua,” Jawab Pooh. “Wanita berjas putih yang memberikannya!” Belalang lantas mengernyit, menatap sengit benda itu lalu berusaha mengeluarkan butiran-butiran bulat itu dari tempatnya. “Joshua pasti tidak menyukainya, dia tak boleh memakannya.”.

***

              Joshua berangkat dan pulang mengenakan pakaian biru lengan panjang penuh saku dan membawa kotak berisi benda-benda logam. Atau sebuah penyemprot yang biasa digunakan untuk membunuh kumbang di daun bunga, alasan kenapa Belalang pergi kesini karena teman-teman Joshua lainya di taman menyemprotkan itu juga kepadanya. Namun, Joshua selalu pulang membawa beberapa helai daun untuk dia makan.

              Seperti sore ini, Joshua kembali dengan membawa beberapa sobekan kecil daun-daun hijau untuk Belalang santap. Dia juga tidak pernah menyemprotkan hama ke daun-daun tempat teman-teman Belalang hinggap. Joshua benar-benar baik.

              Dan suatu siang, ketika Belalang masuk kedalam saku pria itu. Ada sesuatu tak wajar yang membuat Joshua berhenti menggerakan seluruh anggota tubuhnya. Terpaku diam memandang lurus ke arah objek yang melintas layaknya menarik seluruh aktensi pria itu dari berbagai sumber.

              Seorang gadis.

              Dengan rambut cokelat panjang dan pita merah muda.

              “-Wah! Dia cantik, Jo!” Belalang berbisik. “Kejar saja dia!” Joshua melirik Belalang ragu. Tapi, mau bagaimanapun tungkainya tetap melangkah, berusaha mengikuti gadis yang perlahan menghilang di kerumunan. “Dia pergi,” Joshua menundukkan kepalanya, menghembuskan napasnya kasar. “Tak  usah khawatir, besok, aku yakin dia lewat sini lagi.”

***

              “Kau terlihat tampan seperti itu,” Belalang menatap Joshua dari atas hingga bawah. Setidaknya itulah Hong Joshua sekarang, menatap dirinya di cermin, memiringkan kepalanya dan berusaha keras membenarkan tanggapan Belalang barusan. “Ibu sering mengatakan begitu saat membuatku begini dulu.” “-Benar kan! Gadis itu pasti suka, Jo!”.

              Dan berangkatlah Joshua, berjalan layaknya manusia normal meski disekitarnya orang-orang itu bergidik, mendesis jijik, dan melemparkan tatapan yang membuat Joshua serasa mengkerut. Terlebih ketika teman-teman nya bukan mengomentari penampilan sempurnanya. “Kau Joshua Hong?” pria yang disebut lantas mengangguk. “Gila kau,” itulah yang baru saja dikatakan Vernon, yang kemudian dibalas tawaan bergerumuh yang membuat pria itu kesal setengah mati. “Mereka hanya iri. Teruslah berjalan.”.

              Joshua menuruti perintah Belalang, melangkahkan kakinya mantap, menggulirkan kedua manik obsidiannya mencari sasaran. Hingga objek yang menjadi target akhirnya tertangkap di netra. “Hai!” satu kata, tiga huruf. Namun gadis itu melotot, menjatuhkan botol air mineral di tangannya sebelum isinya tumpah meluber ke tanah.

              Dia berbalik, berjalan cepat, setengah berlari.

              “Kejar saja dia!”

              Untuk kesekian kali, Joshua menurutinya.

***

              Tertangkap di netra hitam bulat Belalang, wanita berjas putih.

              Duduk berhadapan dengan Joshua.

              “Hapus lipstick, bedak, dan copot rok tutu itu,” Dia berkata tegas, yang disambut dengan anggukan pelan Joshua. “-Kau kenal Sungkyung?” pria itu menggeleng pelan, mengelap kasar wajahnya, menghapus noda merah-putih paduan kosmetik wanita itu.

              “Oke, jadi Joshua, kau tadi mengejar Sungkyung, mahasiswa di dekat taman hiburan, bisa kau beri tahu alasannya?” Wanita itu lantas menghela napas, melemparkan tatapan menuntut penjelasan. Joshua masih diam di tempat. Menunduk dalam tanpa niatan membalas.

              “Aku sudah memberimu obat, kan, kemarin? Kenapa tidak diminum?”

              Joshua membuka mulut, butuh beberapa detik sebelum akhirnya berani meloloskan suara dari pitanya. “Dia.. melarangku.”

              Wanita berjas putih itu melirik belakang bahu Joshua, mengernyit sengit. Dia bangkit dari posisinya, melangkah ke arah toples kecil tabung berisikan pil-pil bulat putih yang tinggal sedikit, sementara setengah sisanya berserakan di bawah meja.

              Belalang menatapnya tidak suka.

              “-Maaf, Belalang, tapi kurasa, kau harus pergi.”

              Meski tidak menatapnya, Belalang yakin kalimat menekan itu ditujukan untuknya sebelum terakhir kali dilihatnya wanita itu menyerahkan botol tabung ke Joshua, sekalipun dia sempat menolak dan mengatakan,

              “Belalang melarang!”

.

              “Sudah tidak ada lagi seekor belalang yang berbicara bagimu, Joshua.”.

.

 

3 thoughts on “[5th Fanfiction Contest] Joyfull – Sapphire”

  1. siang2 main ke ieefka dan kenapa langsung nemu tulisan bu Dir yang WAAHH… ini si Jo “sakit” ato gimana sih, Pik? kayaknya otaknya rada geser deh :’D

    Joshua kepribadiannya ganda apa ya? Atau gila? Atau sama aja sih dua yang ak sebutin barusan😀 sukaaaa banget sama deskripsinyaaa❤ lama ga baca2 disini, kangeenn rasanyaa.. This one is soo good, Pikk❤❤❤

    Suka

  2. o-oh. si joshua sakit to hmm. udah mencurigakan di bagian benda-benda mati lain ‘ngomogin’ joshua, eh ternyata beneran :’)
    suka deskripsinya! di bagian dialog ada yg luput di-enter sih. atau emang sengaja gitu untuk memberi efek imajinasi joshua yg berlarian tanpa jeda? apapun alasannya efek kepribadian joshuanya jadi kelihatan sih.
    good! semangat nulis ya!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s