[5th Fanfiction Contest] Le Colisee – slythejin

le-colisee-c-slythejin

Le Colisee

A m o v i e by slythejin

 

Starring with

Seventeen Lee Seokmin; Seventeen Boo Seungkwan;

OC (find by yourself!).

| Slice of life – slight!Angst |

610w | General | PG-13 |

*****

“… and sticks that eight inch blade in your

back when you turn around.” –Nishan Panwar.

 

*****

Warna bagiku adalah sebuah perintah–

Putih. Angkat kedua kaki depanmu.

Cokelat. Berbaringlah; menikmati struktur batuan yang kasar menerpa kulit arimu.

Hitam. Lihat ring bulat itu? Ayunkan tungkaimu dan melompat!

Kuning. Ikuti aku, okay?

Merah. Good job! Kau bisa menikmati makan siangmu.

–begitulah yang tertangkap oleh runguku kala seorang berkaki dua mendekatiku; mengelus puncak kepalaku lembut sembari menggumamkan petunjuk.

Lee Seokmin–aku tahu pemuda itu amat menyayangiku selama empat kala revolusi kami lalui. Terlihat dari gelagatnya tiap kulangkahkan sendiku kemanapun ia memberi perintah. Pemuda itu selalu tersenyum–jenis senyum bangga seorang ayah kepada anaknya.

Tentu saja yang demikian itu hanya ungkapan, musabab aku tidak pernah benar-benar mendapat senyum bangga dari sosok bernama ayah. Makhluk-makhluk keji berkaki dua membawa ayahku pergi entah kemana–beruntunglah aku bersua dengan Seokmin yang tak pernah absen memberiku makan.

Lee Seokmin yang baik selalu menemaniku setiap putaran sekon berlalu. Bahkan tak jarang pemuda itu menggubris elegi  junior di bidang yang kini digelutinya–Boo Seungkwan–yang sekadar ingin lebih dekat denganku.

Well, kalaupun ia menyanggupi, toh aku tidak akan betah berlama-lama dengan pemuda Boo itu. Seokmin-lah yang terbaik!

“Bagus, As!”

Aku tersenyum riang kala dia mengangkat bendera merah di tangan kiri–lantas melemparkan segunduk daging kesukaanku.

Deretan makhluk senada di bangku penonton makin riuh–membuatku melolong dalam untuk menunjukkan kuasaku. Akulah rajanya.

Seokmin tertawa. “Sekali lagi–kau siap, As?”

Entah apa yang diharapkannya–yang kulakukan hanya patuh mengikuti sehelai kain berwarna kuning yang berkibar sembari langkahnya semakin menjauhi asalku berdiri.

Laki-laki itu membungkuk dalam kepada berlusin manusia yang menyumpel diluar tembok kaca–membuatku mau tak mau meniru gerakannya. Lantas bariton pemuda itu kembali terdengar.

“Perkenalkan! Teman baik monster ganas di hadapan kalian–namaku Lee Seokmin.”

Riuh dan sorak penonton kembali merajai–menggema di ujung pendengaranku.

“Jangan pernah mencoba melakukan adegan berbahaya ini dirumah, kecuali kau seorang profesional.”

Sekon beranjak usai pemuda itu menyudahi kalimatnya. Tangan kanannya merogoh kantung kecil yang disampirkannya di belakang; lantas kembali mengudara bersama kilatan warna putih yang berayun-ayun di depan retinaku.

Stand up, As!”

Tanpa menunggu lebih lama, lagi-lagi aku mematuhinya.Kuangkat kedua kaki depanku bersamaan–yang lantas disambut oleh tangan halus pemuda itu.

Lee Seokmin menatapku bangga–diiringi gemuruh tepuk tangan penonton yang menandai berakhirnya pertunjukan.

.

.

.

.

.

Seperti biasa, hari ini Lee Seokmin mengunjungiku. Aku mengacuhkannya–daging merah segar di hadapanku tampak lebih menjanjikan daripada celotehan tak bermutu yang melaju sekelebat di pendengaranku.

“Kau harus makan banyak, As. Hari ini penontonnya banyak–dua kali lipat. Mereka menyukaimu, tahu?”

Aku melolong tidak peduli.

Saat itulah Boo Seungkwan datang–pemuda itu menyapa Seokmin ringan. Beberapa kali aku menangkap tawa renyah Seokmin merespon percakapan mereka–sama sekali tidak menunjukkan hubungan antara junior dan senior yang kaku.

Namun tak lama, Seokmin kembali gugup. Entah apa alasannya–mungkin lantaran kali ini arena akan penuh sesak oleh ‘penonton banyak’ seperti kata pemuda itu belakangan.

Boo Seungkwan menepuk bahunya sembari menggurat senyum menenangkan, lantas Seokmin membawaku ke dalam arena.

Seokmin benar–arena penuh sesak. Lusinan makhluk berkaki dua memadati setiap bangku, bahkan banyak dari mereka berdiri menempel di kaca pembatas. Seokmin tersenyum bangga–lantas menohok pandangannya tepat di retinaku.

“Siap, As?”

Seokmin membungkuk sekian derajat ke arah penonton sebelum tangannya menarik seuntai kain yang tersampir di punggungnya.

Aku menangkap warnanya–pun Seokmin. Sekon belum beranjak ketika pemuda itu terkesiap–terlebih ketika ia mendapati bahwa kain-kain di punggungnya berwarna senada.

“Aslan!”

Merah–aku akan menikmati makan siangku.

Iris pemuda itu membulat sempurna–memancarkan rasa takut yang mustahil untuk disembunyikan. Tapi aku tidak peduli.

Sebelum aku maju, ujung pandanganku sempat menangkap senyum aneh dari pemuda di ujung bangku penonton. Aku mengenalinya sebagai Boo Seungkwan.

Perintah adalah perintah–begitu pikirku sebelum menerjang satu-satunya makanan yang bisa kutemukan di dalam arena.

*****

 

Writer’s note: Judul fic ini–Le Colisee–diambil dari kata Colosseum, bangunan stadion di Roma yang digunakan untuk melakukan pertunjukan gladiator–pertunjukkan dimana tawanan kerajaan ditarungkan melawan hewan-hewan buas sampai mati.

24 thoughts on “[5th Fanfiction Contest] Le Colisee – slythejin”

  1. haloo salam kenal, ini nabil 99l ;)) ceritamuuuu kusukaaaa. ini ngaliir bangeeet looh, u deserve to be one of seven🙂 pengemasan ceritamu so guuud!! langsung nyampe ke pembaca bahwa ini dari sudut pandang hewan🙂

    good luck!😉

    Suka

  2. Halo, salam kenal.. Aku suka alur cerita ini. Semuanya mengalir mulus dan pilihan katanya juga gak membosankan. Dan twist di bagian akhir itu mengena sekali. Awalnya aku berpikir ini settingnya ala matador gitu, trus sampe keingat kasus yg baru2 ini heboh. Tp yah.. Gladiator sm matador beda2 tipis lah ya *maksa sih 😄
    Anyway, aku ngerasa terlalu byk pemakaian tanda “-” di dlm cerita ini. Agak ganggu kalo menurutku. Padahal di beberapa kalimat, tanda itu sebenarnya bs diganti sama titik atau koma, trus kalimatnya diperbaiki dikit biar keliatannya lbh rapi.
    All in all, aku suka sm cerita ini. Tergolong singkat, tapi isinya ngena. Good luck! 😊😊😊

    Suka

  3. Haloo author. Salam kenal hehehe.

    Dari judulnya kirain bakal romance-romance gitu. Taunya plot-twist parahhh! Suka banget sama jalan ceritanya, simpel tapi ngena. Good luck ya thor, keep writing! (:

    Suka

  4. Oooooooo seungkwan jahat ya. Dia yang ituin kain ke seokmin pas nepuk kan? Dia yang sengaja gitu kan?
    Tapi yang namanya hewan mahh, mau orangnya sedeket apapun ama dia, kalo perintah ya perintah.

    Dan ini kerennn. Bagusss. Suka suka.

    Suka

  5. Seneng banget sama Seokmin!!! Bagus kak ff-nya, suka banget!
    Btw, adek kelasku ada yang mirip Seokmin, ganteng banget. Dari tadi akunya senyum senyum sendiri wkwk. Suka banget kaaak!

    Disukai oleh 1 orang

  6. oh wow, another twist ending story. diawal diajak berpikir makhluk apa yg bertindak berdasar warna? lebih sedikit jadi paham kalau itu berhubungan dengan hewan dan pertunjukan. ditengah mulai agak mencurigakan dengan munculnya karakter baru. dan ending-nya… ckck.
    penjabarannya mengalir santai, pemilihan katanya bagus! great! keseluruhan cerita ini bagus, suka! dan nama singanya itu lho, aslan :”) ((seketika inget narnia))
    semangat nulis ya!

    Suka

  7. Halo!
    Udah baca di awal kalo ini bakal angst huhu, jadi aku sudah menduga-duga gimana ntar endingnya. Sempet kepikiran yang serem2 tapi akhirnya udah hanyut sendiri sama ceritanya. Jadi dapet gambaran gimana para hewan diluar sana itu menilai kita ya😀
    Dan endingnya itu greget banget. Aku baru baca beberapa fiksinya Dokyeom dan semuanya itu idenya brillian. Trus bajunya DK apa ada hubungannya sama Seungkwan? Dia yang ngerencanain kah?
    Intinya ini sempet bikin merinding HUHU Sukaa lah❤
    Keep writing~

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s