呼吸 [Breathe]

breathe

呼吸 [Breathe]

By LAX (@Galaxysyf)

.

Cast
Lee Na-Ya (OC) & Kim Jong-In

Genre Angst, Romance | Rating  PG 15 | Duration Ficlet (801 words)

.

Tetaplah bernafas. Berharaplah angin akan membawa hembusan nafasmu padaku.

.

.


Langit sore terlukis indah kemerahan dengan rona jingga yang berpadu sempurna. Lukisan alam mengagumkan di atas terpaan ombak laut mengingatkan Lee Naya tentang gambaran bara api yang menyala di ujung tembakau yang terbakar. Bayangan burung camar berterbangan memberikan aksen hitam di saat mentari kian terbenam seiring bertambahnya waktu. Dan ketika langit menjadi gelap, penuh bintang yang mengingatkan gadis pemalu itu tentang sepasang mata yang berbinar meski awan hitam seolah datang setiap waktu, ataupun ketika saat udara malam yang dingin tak mampu menghilangkan rasa hangat pelukan yang difavortikan gadis itu.

Naya mengenal seorang laki-laki sejak mereka sama-sama mulai memiliki masalah dengan matematika. Sosok anak tengil yang biasa terlihat bersandar pada dinding bata tua belakang sekolah tiap pagi. Tipe anak yang tak bisa memikirkan sesuatu yang lebih baik dari pada sebatang rokok yang dibakarnya setiap sore.

Nama anak itu adalah Kim Jongin. Sejak pertama kali bertemu dengannya, Naya tahu jika Jongin bukanlah anak dengan hidup tanpa kesulitan. Bahkan anak itu mengaku jika sehari tanpa masalah maka hidupnya akan begitu berbeda atau justru terasa aneh. Seperti bagaimana dia bisa menghabiskan beberapa batang rokok dalam sehari dan menegak lebih dari sekaleng bir setiap kali Naya melihat anak itu duduk di bawah pohon ceri.

Jongin tak pernah melihat cahaya, atau begitulah yang terpikirkan Naya tentang hidup anak laki-laki itu.

Sampai suatu hari, ada saatnya ketika Naya mengerti bagaimana rasanya kehilangan cahaya hidup. Dia seperti hilang dalam gelap, terpuruk sendirian. Untuk pertama kalinya, dia bisa merasakan apa yang Jongin rasakan; hidup tanpa cahaya.

Lalu, Naya mendengar sebuah pertanyaan muncul, “Pernahkah kau berpikir jika kisah hidupmu adalah cerita paling menyedihkan yang bisa diceritakan?”

Jongin lekas bicara lagi ketika tahu Naya tak akan bicara. “Percayalah. Hidupku jauh lebih menyedihkan dari hidupmu yang hanya sebatas korban pengkhiatan.” Dan mengisap rokoknya lagi. “Kau tahu kalau hidupku ini berantakan. Mau tahu apa yang membuatku bisa bertahan sampai sekarang?”

“Selama aku masih bernafas, harapan untuk memiliki hidup yang lebih baik masih ada. Itu lah prinsipku.”

Hari itu adalah hari Rabu ketika tanah berguncang hebat di bawah kaki mereka. Langit seolah runtuh seakan hari itu adalah akhir dari dunia. Namun tidak. Ketika Naya terbangun, dia masih dalam keadaan hidup dalam pelukan erat Jongin, di bawah runtuhan bangunan sekolah yang hampir menghancurkan mereka, menjepit tubuh mereka hingga tak bisa bergerak selama lebih dari 8 jam.

Naya mencoba untuk tidak menangis saat itu, dengan sekuat tenaga terakhir yang ia punya. Beberapa kali Jongin menceritakan lelucon, namun air mata tetap mengalir ketika Jongin mempererat pelukannya yang hampir seperti meremas tubuh mungil Naya. Berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam juga tidak mustahil untuk mereka merasakan kram otot luar biasa, meninggalkan rasa sakit setiap kali mereka mencoba bergerak.

Masih berbekas dalam memori Naya bagaimana Jongin membelai ubun-ubun kepalanya lembut saat air mata tak kunjung berhenti mengalir. Kecupan panjang pada kening Naya juga tak mungkin terlupakan, dengan bibir yang menandakan Jongin mulai mengalami dehidrasi.

Naya ingat betul, saat itu Jongin terus berkata, “Bertahanlah sebentar lagi” di saat dia sendiri tak bisa bertahan.

Jongin juga mengatakan, “Selama kau tetap bernafas, akan selalu ada harapan”, yang pada kenyataannya, dia sendiri sudah berhenti berharap. Itu membuat Naya juga ingin berhenti mengharapkan tim penyelamat yang seperti tak akan pernah datang.

Jongin adalah laki-laki yang dingin. Pelukannya yang dulu terasa hangat seolah ikut menjadi dingin sedingin es. Pelukannya saat itu tetap erat mendekap Naya, namun rasanya tak pernah sama setelah Naya merasa nafas terakhir Jongin telah berhembus menghangatkan puncak kepalanya.

Jongin sudah terlalu lama bertahan dengan pendarahan yang ia alami. Banyak yang mengatakan, suatu keajaiban untuk Jongin karena bisa bertahan lebih dari 3 jam dengan pendarahan internal juga luka luar. Namun pada akhirnya Jongin tetap pergi dan Naya masih berharap seandainya Jongin bisa bertahan lebih lama. Naya ingin tetap bertahan dan hidup lebih lama bersama jika saja Jongin bisa tetap terus terjaga.

Terkadang Naya bertanya pada langit jingga di sore hari, pada laut yang mencoba mencapai daratan di bawah kakinya, pada matahari yang bersinar hangat dan bulan yang terlukis indah di gelapnya malam, “Kenapa hanya aku yang bisa punya harapan? Kenapa hanya aku yang harus menyimpan kenangan ini sendirian?”

Rasa rindu terasa lebih menyakitkan dari kenangan yang tersimpan. Naya rindu setiap hal tentang Jongin yang masih bisa ia kenang, dan itu menyiksa batinnya. Ingin rasanya mendengar kembali suara nafas berat ketika Jongin menghembuskan asap rokok dari mulutnya. Naya merindukan tingkah keras kepala dan semangat Jongin yang tak pernah bisa hilang meski hidup membuat dia berada dalam situasi yang rumit, juga pelukan hangat yang seolah bisa menjadi obat bagi segala masalah.

Tak ada satupun kenangan yang bisa Naya lupakan dari sosok Kim Jongin, bahkan sepenggal kalimat terakhir yang akan selalu Naya ingat untuk seumur hidupnya. Dan ketika dia melihat dedaunan yang terbang bersama angin, dia akan mengingat kembali ucapakan terakhir dari anak tengil yang dicintainya itu.

“Tetaplah bernafas. Berharaplah angin akan membawa hembusan nafasmu padaku.”

kim-jongin

>>>END<<<<

___

A/N

Annyeong^^ Kembali lagi dengan author terbobrok sepanjang masa ini.

Jadi ceritanya aku punya banyak waktu liburan kemaren-kemaren, harusnya aku lanjutin FF chaptered aku, tapi karena aku baru join grup dance cover, nggak tau kenapa, otak lagi nggak bisa dibagi kemaren-kemaren itu. Mikirin buat latihan, perform, kostum dan segala macem lainnya. Trus karena punya rasa berdosa, aku udah coba buat duduk depat laptop dengan Ms. Word yang di depan mata, tapi tangan aku nggak bergerak. Aku kena readers block sampai saat ini untuk FF chaptered aku. Ditambah lagi, aku kena penyakit main RP. Tambah2 udah malesnya T-T Intinya aku mau minta maaf kalau sebagai seorang author aku kurang produktif. Alhasil aku hanya bisa menulis 2 judul FF oneshot sejauh ini.

Terima kasih untuk masukan2 di FF aku sebelumnya (Reddish), aku jadi banyak belajar walaupun belum bisa diterapkan secara maksimal T-T Namanya juga author bobrok, harus banget banget belajar lebih banyak soal menulis FF dan perbanyak referensi. Aku akan bekerja keras untuk itu /bow/

Annyeong^^

6 thoughts on “呼吸 [Breathe]”

  1. Halo author-san!

    Aku penasaran begitu membaca judulnya yang ada china-chinanya(?)

    Pas lihat cover, wow, keren!

    Lalu castnya Jongin. Aku kepo.

    Pas aku baca, wow, keren!

    Aku jadi ngebayangin kalo Jongin meluk aku di keadaan kayak gitu. Sedih banget jadi Naya. Sedih banget kehilangan cahayanya. Bahkan cahayanya ngelindungin dia. Sedih pokoknya.

    Buat lagi ya!:)

    With love,

    Energytea

    Suka

  2. Halo, Kak Celine! Kenalin ini nabil, 99L🙂

    UWAA BONUS PICTNYA❤❤❤❤ salah fokus, kan, kak kalau dikasih begituan hehehe ((padahal ngakunya udah move on dari jongin hih))

    nabil sukaa sama kalimat ini kaaa

    Pernahkah kau berpikir jika kisah hidupmu adalah cerita paling menyedihkan yang bisa diceritakan?”

    emang sih ya kita mah kalau lagi down, lagi sedih teh bawaannya kaya orang paling menderita, padahal mungkin banyak yang lebih susah :(( terus ngga nyangkaa ih jonginnya walaupun nakal kaya gitu, baeeek bangeet :') tapi. dia. kok. mati.huhu :((

    oiya kaa, setau nabil kalo nafas itu kata bakunya napas, terus berhembus itu berembus hehe😀 koreksi yaa ka kalau nabil salah🙂

    semangat nulisnya kak celinee!! dance covernya jugaa🙂 ngomong-ngomong nabil liat llooh videonya di ig dan weeey keren sekali yeoksi :)))))

    Suka

    1. annyeong nabil^^ salam kenal ya~~
      walau lagi ngedown, kita juga harus mikirin yg di sekeliling kita hehehe

      makasih ya untuk masukan dan koreksinya. Lain kali akan diperbaiki^^ Semngat 😄 Makasih ya udah mampir ke ff ini hehehe

      Ah jinjja? Kamu liat videonya? Ahahah makasih ya makasih /bow/

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s