[Ficlet] AWAKE

bts-star1-jin

AWAKE

.

.

all BTS members

AU, Psychology, Surrealism

Teen | Ficlet

.

.

.

Namjoon

Kapan tepatnya aku mengenal seorang Namjoon, aku tidak tahu. Jujur, dia bukan tipe orang yang enak dijadikan teman. Hidupnya seperti bom yang jatuh di tengah kota, berantakan. Dia pemabuk, perokok, yang paling parah dia pecandu obat-obatan. Pekerjaannya tidak jelas dan aku tidak bisa menjelaskan lagi apa yang ada dalam dirinya. Intinya, jika Namjoon adalah sebuah rasa maka dia adalah pengambaran kebebasan dan pemberontakan.

.

Yoon Gi

Pria mungil dengan pematik di tangannya. Obsesi terbesarnya adalah menghanguskan benda-benda di sekeliling yang mampu menyulut emosi labilnya. Kulit pucatnya membuat Yoon Gi terlihat layaknya penyakitan. Dia pemabuk, mungkin itu yang menyebabkan Yoon Gi sedikit tak waras. Kalau sudah seperti ini, dia berakhir menjadi liar, jalannya tak lagi benar. Ditambah ceracau tak jelas dari bibir tipisnya. Kemudian, di sana lah titik terberatnya untuk membakar segala hal, termasuk dirinya sendiri.

.

Hoseok

Pertama kali aku bertemu dengannya ketika aku memutuskan pergi ke sebuah rumah sakit. Bertemu seseorang dan tak sengaja melihat sosok Hoseok duduk di salah satu sisi halaman rumah sakit itu. Awalnya luka-luka di sekujur tubuh Hoseok luput dari pandanganku. Dia menaikan piyama rumah sakitnya dan otakku mencerna. Goresan-goresan dalam itu, beberapa garis kehitaman dan sisanya luka baru dengan darah yang mulai mengering. Aku bertanya siapa pelaku utama dari semua ini, dia mengatakan, “Agar bisa dirawat aku harus melukai diriku sendiri. Begini caranya aku mencari perhatian orangtuaku.”

.

Jimin

Yang hanya ingin dia lakukan adalah terjun dari atas jembatan tinggi atau berakhir menenggelamkan kepalanya di bathup. Berusaha meraup air seakan ia lupa bahwa manusia butuh udara untuk bernapas. Lama sekali waktu ia habiskan di kamar mandi, dan itu semua bukan untuk membersihkan dirinya, melainkan untuk mengakhiri riwayatnya.

.

Jungkook

Anak kecil ini, aku ingat sekali pertemuan kami. Kudapati dia tengah memeluk lutut di pinggir jalan di bawah lampu. Jemari mungilnya gemetar, dengan bibir biru ia berbisik padaku, “Jangan tinggalkan aku sendiri. Aku kesepian dan ketakutan, Jin.”

.

Taehyung

Secara pribadi, aku takut membiarkannya pulang sendiri pada tengah malam. Aku membuntutinya menyusuri rel kereta sambil menatap was-was punggung bungkuk itu. Terdengar suara pacuan mesin uap samar, semakin lama semakin keras hingga sebuah cahaya mulai menyinari bagian belakang kami. Aku mencoba menutupi biasan lampu kereta dengan tangan ketika aku menoleh untuk memastikan. Namun seketika kepalaku mengarah cepat pada sosok Taehyung yang tengah memosisikan dirinya di atas rel. Tanpa berpikir lagi aku berlari sekuat mungkin. Menjangkau tangan Taehyung, menariknya, dan kereta itu lewat tanpa menyentuh sedikit pun kulit Taehyung. Aku memelototinya, tapi yang kuterima hanya cengiran bodoh pria itu. “Aku tak akan melakukannya lagi. Janji.” Kalimat itu sungguh tak berarti bagiku, sebab kejadian ini akan terulang lagi esok.

.

Aku

Aku terbangun dengan jarum suntik di tangan yang entah dari mana aku dapatkan, seketika aku melemparnya. Aku menendang botol-botol kaca minuman keras kosong tanpa memikirkan siapa pemiliknya. Berat rasa kepalaku, jalan menuju kamar mandi terasa seperti berjalan di kapal dengan ombak besar. Semua seakan rubuh dari pandanganku layaknya gletser yang mencair.

Aku tak ingat apa-apa lagi selain lampu yang menyilaukan mata. Tubuhku terbaring lemas di ranjang, kudapati infus telah terpasang di tangan. Dua sosok wanita dan pria menghampiriku seolah mereka menungguku tersadar dari tidur. Mata ini tak mampu memfokuskan kedua sosok itu, yang kutahu pria berjaket kulit itu mengatakan apartemenku, api, dan aku yang tergeletak tak sadarkan diri di depan pintu kamar. Selanjutnya hanya kalimat, “Tidak apa-apa. Tidak ada korban. Tidak ada luka bakar, hanya trauma.” Lalu mereka berlalu begitu saja seakan aku mengerti apa yang mereka katakan. Semua yang aku lihat dan dengar tidak memberi sedikit pun jawaban dari semua kejadian.

Malam pertama di rumah sakit membuat tidurku pulas, dampaknya tubuhku terasa segar. Aku bangun dengan perasaan ringan, hal ini membuatku ingin lekas mandi dan segera pergi dari sini, perawat sudah mengatakan kemarin bahwa aku bisa lekas meninggalkan rumah sakit ketika merasa baikan.

Kubuka satu-persatu kancing piyama rumah sakit dan mendapati banyak bekas luka sayatan yang bahkan aku tak ingat kapan luka itu di dapat, dengan apa, dari siapa. Jemariku tergerak pada salah satu luka segar di dekat rusuk kiri, ketika disentuh rasanya sakit. Aku mencoba mengingat dan mengingat, sekeras apapun itu tak ada yang bisa aku ingat.

Aku membatalkan rencana awal dan memilih mengemasi barang-barangku, kemudian pergi. Waktu untuk mencari tahu, itu yang kubutuhkan.

.

Empat bulan yang lalu aku tersadar, mendapati diriku berdiri di luar pagar pembatas jembatan pada tengah hari yang terik.

Seminggu lalu aku terbangun di pinggir jalan, hari itu malam natal dan aku yakin bibirku membiru. Hampir rasanya aku mati membeku kalau bukan karena seseorang memanggilku.

Malam ini aku mendapati diriku tergeletak di tengah rel kereta api. Aku merasakan rambatan getaran yang tak asing lagi dari rel. Sinar yang amat terang menyilaukan mata, aku masih mencerna segalanya. Rangkaian gerbong itu mulai mendekat, semakin dekat. Aku memejamkan mata dan berharap besok aku akan terbangun di atas kasur apartemenku, bukan di rumah sakit, bukan di pagar pembatas, bukan juga di rel kereta api.

.end

.

.

hilda 97line

hope u like my debut fict ^^

10 thoughts on “[Ficlet] AWAKE”

  1. Haaii cheris … iseng2 mampir dan nemu cover bang jin terpampang!! 😁😁

    anw, suka sama bagian nyeritain hoseok 😘😘
    terus ini ff debut yaa? woah, baru debut udah bisa bikin surrealism. Keren!!! keep writing yaaa cheris 😉

    Suka

    1. Hai anee!!!!
      jin jd cover rasanya emang udah menjual banget
      makasi udah suka sama bagian hoseok, pdhl agak susah buat partnya dia karna hoseok yg asli tak seperti yg di atas, kealayan hoseok susah buat aku masukin ke ff
      tp menurutku ini gak begitu sureal, aku malah gak yakin

      Makasi banget udah mau mampir❤❤❤

      Disukai oleh 1 orang

  2. Unnie aku pada akhirnya bertandang sesuai janji! ^^

    First, OH JADI ENDINGNYA BEGINI? OH KOK INI KECE? OH KAMU GITU SAMA AKU YA! OKE FIX KITA PUTUS (?)

    Ini luar biasa un dan kamu masih gak percaya diri buat debut dan nulis dan ngepost di ifk? Lalu apa kabar aku yg tulisannya minta dibuang? Lalu apa kabar aku yg kepedean? Fic debut gini aja udh kece km gak perlu lagi sakit kepala tulis hapus gak penting un trust me it’s work (?)

    As always, luar biasa! Endingnya gak kebayang di aku HAHAHAHA dan ini luar biasa! Jin dan segala alter ego-nya ituloh astaga mau menangeshh :”) dan terakhir … mati juga kan pada akhirnya 😢

    Kutunggu ff project kita (?) un harus cepet” di post aku gamau tau 😛
    Mangatss Kak Hilda laflaf dariku ❤

    Suka

    1. Hai kak rara!!!!
      Wahhhh kayaknya kamu rada berlebihan, menurutku ini malah gak sebagus yg aku pikirin, aku aja udah seneng kalo orang ngerti apa yg aku tulis.
      aku juga ngerasa alurnya terlalu kaku

      Salam kenal kembali, aku hilda 97l❤❤❤
      Makasi karna udah berkunjung ya kak ^^

      Disukai oleh 1 orang

  3. Kak hilda salam kenaaal~ ugh aku geregetan sama bagiannya jin >_< keren banget bahasanya kusukaaa
    Aku mikirnya jin itu berkepribadian ganda loh kak wkwk abisnya kek semua yg dialami semua member dialami jin jugaaa
    Oke kak hilda ditunggu next ficnyaaa ^^9

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s