PROMPT: #5 ASRAMA

collage

PROMPT: #6 Asrama by Tob

Dahyun [Twice] – Arin [OMG] – SinB [Gfriend]

Life, Asrama!AU, School-Life – Drabble – PG-15

Prompt based on here.

“Maaf, ya…”

.

.

.

Dahyun tidak pernah merasa sesegar ini. Jarum jam memang baru menunjukkan pukul lima pagi. Keadaan dalam kamar asrama pun masih gelap, termasuk Arin yang masih tertidur pulas di kasur seberangnya. Gadis yang saat itu mengenakan piama pororo itu langsung melesat menuju kamar mandi, takut kejadian kemarin terulang. Harga diri Dahyun benar-benar runtuh karena Arin yang tahu-tahu sudah masuk ke kamar mandi, menyerobot antrian. Kejadian seperti itu tidak boleh terjadi lagi.

Beruntung, malam sebelumnya Dahyun sudah mempersiapkan segala perbekalan untuk mandi keesokan paginya, jadi tidak ada lagi insiden ketinggalan handuk atau apapun yang bisa menyebabkan antrian kamar mandimu diserobot tanpa permisi.

Merasa keadaan masih gelap, gadis itu berjalan dengan berjinjit supaya tidak ada yang terbangun sehingga waktu menggunakan kamar mandi bisa aman, tentram, dan sentosa.

Itu pikiran awal Dahyun. Alih-alih menemukan kamar mandi yang kosong, ia justru dihadapkan dengan pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup dengan suara air keran yang terdengar di kedua telinga. Oh tidak, sudah ada yang lebih dulu bangun rupanya.

Tanpa pikir panjang, Dahyun mengetuk pintu kamar mandi pelan, bertanya mengenai sosok yang sudah lebih dulu menggunakan kamar mandi.

“Siapa di dalam?”

Suara air keran terdengar dimatikan.

“Apa?”

“Siapa di dalam?” Dahyun mengulangi pertanyaannya. Lalu, tiba-tiba sebuah ide licik terlintas di benaknya. “Aku ingin pipis! Udah kebelet nih!” ketukan di pintu pun terdengar semakin keras dengan tempo secepat-cepatnya.

“Oh bentar, ya!”

Dahyun bersyukur dalam hati. Seseorang di dalam sana mudah sekali ditipu ternyata. Dahyun tidak benar-benar ingin pipis sih, tapi demi kepentingan umat (mandi pagi adalah kepentingan umat menurut Dahyun) ia harus melakukan ini.

Pintu kamar mandi di buka, menampilkan sosok Eunbi masih dengan mata setengah terpejam.

“Kamu habis ngapain? Setoran ya?”

Eunbi mengangguk. “Iya, tadinya mau sekalian mandi tapi kasian kamu pengen pipis.” Eunbi lalu melangkah melewati Dahyun yang sudah menyeringai dengan senyuman penuh kemenangan.

Faktanya Dahyun tinggal melangkahkan kaki menuju kamar mandi, tapi tiba-tiba sesosok perempuan dengan rambut berantakan dan mengenakan piama berwarna kuning sekonyong-konyong masuk, membuat Dahyun urung melangkahkan kaki.

Begitu sadar, Dahyun langsung berteriak. Ia tahu betul perempuan yang masuk dengan penuh kesopanan itu.

“Hei, Choi Arin! Aku duluan, loh!”

Adalah Arin yang tadi masuk dengan santai menuju kamar mandi. Gadis yang sudah lebih dulu menempati kamar mandi itu lantas membalas teriakan Dahyun,

“Maaf ya, habis kamu mau masuk aja lama banget. Lain kali harus lebih sigap, ya! Semangat Dahyun!”

FIN.

a/n:

Ini semua hanya fiktif belaka (teman satu asramaku untungnya masih baik-baik wkwk).

Maafkan Arin yang luar biasa penuh sopan santun itu, ya.

Luv,

Tob, xxline.

One thought on “PROMPT: #5 ASRAMA”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s