Childhood, Family, Fantasy, Ficlet, Fluff, G, Romance, Songfic

PETER PAN

peter pan

i’m forever your Peter Pan,

your man stopped at that time.

.

#35 : EXO – Peter Pan  [ft. Seventeen’s Dokyeom and OMG’s Jiho]

.

Part of 365 Personal Playlist

Seseorang berkata pada Dokyeom bahwa gadis kecil yang tinggal di  South Rockaway Road kelak akan menjadi gadis nomor satu di hatinya. Well, pemuda itu tidak langsung percaya. Dalam Negeri Dongeng—dunia tempat Dokyeom dibesarkan—seseorang akan berhenti bertambah tua saat usianya menginjak delapan belas. Jika Dokyeom harus mencintai gadis kecil itu di masa depan—ketika usia keduanya seimbang—lalu bagaimana jadinya?

 

Pendapat Dokyeom soal Jiho juga tidak begitu menyenangkan. Si gadis kecil adalah tipe bocah tak bisa diam yang selalu memuntahkan sereal cornflakes-nya; membuat pengasuh keluarga Kim hampir bunuh diri tempo hari. Singkat cerita, Kim Ji Ho itu anak yang bebal.

 

“Aku akan menyukaimu? Yang benar saja.” Dokyeom bertopang dagu pada salah satu tembok balkon yang dibanjiri sinar mentari sore, matanya sibuk mengamati Jiho muda yang kini tengah mengganti pakaian Barbie-nya.

 

Dokyeom terus menyangkal bahwa Jiho adalah gadisnya sampai bocah itu menginjak usia dua belas. Kenakalannya berubah menjadi kedewasaan yang perlahan menawan hati Dokyeom; membuatnya bersimpati. Orang-orang dari Negeri Dongeng terus memberinya peringatan bahwa Dokyeom baru boleh menampakkan diri ketika usia Jiho delapan belas.

 

Dan dalam masa-masa itu, Dokyeom begitu menikmati proses pertumbuhan Jiho seperti mengamati kuncup tulip mekar pada pertengahan musim semi. Lee Dokyeom pada akhirnya mengakui bahwa dia menyukai rambut kemerahan Jiho, juga matanya yang rindang, senyumnya yang berkelas, juga jiwa petualangnya yang kerap kali membuat Dokyeom ingin menampakkan diri.

 

Maka pada suatu malam di musim gugur—setahun sebelum Jiho berusia delapan belas—Dokyeom menulis pada selembar daun dan menyelipkannya di bawah bantal Jiho.

 

            4 April 2015; kita akan bertemu.

            Kita akan terbang ke rumahku.

            Ke Neverland.

            Bersabarlah sampai saat itu tiba.

            Aku selalu melihatmu, Baby Boo.

 

            “Baby Boo? Orang ini tahu nama panggilanku saat aku masih kecil?” Jiho membaca surat tersebut pagi harinya. Ia sudah bertanya pada seluruh anggota keluarganya dan tak ada yang mengaku menulis surat tersebut. “Siapa dia?”

 

Lee Dokyeom tersenyum; dia masih berada di kusen jendela Jiho sampai gadis itu pergi meninggalkan kamar.

 

Siapa aku?

 

            Aku Lee Dokyeom; Peterpan-mu.


a/n : yeah, i’m back guys ❤

really miss y’all T___________T

Iklan

5 thoughts on “PETER PAN”

  1. why can’t I leave a like? or am I just stupid? This story is great so i’m trying to find the like button here, but there isn’t. So I’ll just leave a comment

    Suka

    1. Cie kak Liana pagi-pagi udah komen ❤ ❤ ❤
      Ini bukan comeback atuh kak T___T
      sebenernya di laptop ada banyak fic panjang, tapi laptopku kemarin habis "berenang" dan SEMUA fic lamaku, SEMUA source posterku…hilang. T______________________T
      Eniwei makasih udah mampir kemari ya kak, aku kangen banget bales-balesan/? komen sama author-author di sini :3

      Disukai oleh 1 orang

  2. Waktu liat namanya si deka, berharap ada dek yuju *tolong digampar saja* tapi sekali-kali suasana baru boleh yaa 😀 Maniss, endingnya juga ❤ liat dokyeom berkeliaran di luar jendela, punya sayap pulak, pengen diukep di toples rasanya :v
    Keep writing kak!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s