EVERYTIME

everytime

the only person i want to protect until the end of the world

.

#38 : Chen ft. Punch – Everytime [ft. G-friend’s Yerin and NCT’s Ten]

.

Part of 365 Personal Playlist

Tik…tok…tik…tok

 

            Kalian pasti bertanya-tanya mengapa rumah kecil bernuansa rennaisance di ujung jalan itu mendadak sepi. Karena, hey, pada jam-jam seperti ini biasanya akan terdengar teriakan-teriakan melengking dari Yerin yang wajahnya habis dicorat-coret oleh Ten sewaktu tidur, atau justru pria asal Thailand itulah yang kesal karena Yerin merobek koleksi majalah dewasanya.

 

Namun siang ini—tepat ketika angin bulan Maret mengguncang seisi Seoul dengan kekuatannya—rumah tersebut justru nampak lengang. Jika bukan karena Yerin menganggap Ten mengingkari janjinya, hunian mereka pasti seramai kemarin.

 

“Ayolah, Sweetheart. Sudah berapa kali aku minta maaf padamu? Ini bukan soal aku lupa kemarin adalah hari jadi kita atau—“

 

“Tidak usah banyak alasan, aku tahu kau lupa. Kau itu pikun, payah, tukang melirik tubuh wanita lain, dan rakus.” Cerocos Yerin penuh tuduhan, membuat yang dituduh menghela napas panjang.

 

Well, kalau bukan karena flu musim semi Yerin kumat, mereka berdua pasti sudah terbang ke Bangkok kemarin. Yerin telah lama ingin menapakkan kaki di rumah kekasihnya itu, dan Ten sudah menjanjikannya pula.

 

“Kau tahu? Aku tidak pernah lupa tanggal jadian kita kok. Nih lihat.” Ten mengeluarkan dua lembar tiket pesawat dari saku celananya, sekalian passport Yerin yang lupa diambil oleh si gadis karena terlalu sibuk kuliah. “Kau bilang ingin ke Bangkok pada hari jadian kita, maka kuturuti permintaanmu, toh itu soal gampang. Tapi lihat keadaanmu sekarang? Hidung dialiri ingus, telinga merah, demam tinggi, mata sayu, tidak bisa berdiri tegak, dan kau tahu yang lebih parah? Kau itu punya darah rendah, Sayangku. Nanti kalau pingsan di dalam pesawat bagaimana? Kalau kau menggelinding saat naik eskalator bagaimana, huh?” Ten gantian mengomeli kekasihnya.

 

Yerin mengerjap pelan, ia tidak tahu bahwasannya Ten telah membeli dua tiket untuk mereka. Sembari membalikkan tubuh—menghadap Ten yang kini duduk di atas kursi pendek di pinggiran tempat tidur—Yerin menangis pelan-pelan.

 

“Tsk, dasar cengeng.” Ten mengusap puncak kepala Yerin yang berkeringat akibat demam. “Nanti kalau sudah sembuh, baru kita pergi ke Thailand. Oke?”

 

“Umm.” Yerin mengangguk-anggukkan kepala keras sekali, kemudian menarik Ten untuk memeluknya di atas tempat tidur. “Mengapa tidak bilang dari tadi sih.”

 

“Aku sudah mau bilang, tapi kau mengomeliku terus. Lagipula aku sudah berjanji pada ibumu bahwa aku akan melindungi anak gadisnya yang keras kepala ini.” Si pria Thailand mengecup dahi Yerin. “Istirahat yang baik ya, aku sedih melihatmu sakit, tahu.”

Iklan

6 thoughts on “EVERYTIME”

  1. Kalau kau menggelinding saat naik eskalator bagaimana, huh? –> entah ini tujuannya mmg buat ngasih nuansa komedi apa gmn, yg jelas aku ngakak bayanginnya.
    Dan oh, si dedek thailand ini kok so sweet amat sih? Mau juga dong di-sweetheart-in sama ten 😄😄

    Suka

  2. Wah wah dua kali disambut sama ff Astina pagi ini. GCT pula haha dua grup yg blkgn bikin aku panas dingin. Lucu yerinnyaaa dan akhirnya ten tidak menjadi cabe2an lagi, sdh menjadi namja huhu
    Keep writing!

    Suka

  3. Manis huhuhu dan aku nangis hiks /loh?
    Lucu gitu aku jadinya malu sendiri kenapa bisa aku juga gatau:( Tapi, tapi, duh, hah ini sederhana tapi indah:” Tolong ajarin aku buat beginian, kak:”’

    Ah, ini manis pokoknyaaaa. Tetep writing ya, kaaakkk!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s