[For Life] You Were Here

for-life-poster

scripwriter : chioneexo | main cast(s) : A Girl, Kai, Suho, Chanyeol | duration : ficlet | genre : slice of life, surrealism, sad | rating : PG-15 | background song : EXO – For Life

“you were here”

Terakhir kali kau melihat mereka berjalan bersama adalah satu tahun silam. Semuanya nampak baik-baik saja. Ada senyum, kepercayaan, dan kekuatan. Namun barangkali kau terlalu percaya takdir akan berjalan semulus yang semua orang bayangkan. Banyak yang bilang waktu akan menyembuhkan luka, waktu adalah tempatmu bercermin akan siapa dirimu dulu dan sekarang. Mereka bilang waktu adalah guru yang baik, tetapi waktu membunuh semua muridnya dalam sekejap.

 

Seperti ia membunuh harapanmu dan mereka.

 

Kau tidak ingin muluk-muluk dengan mengharapkan yang telah pergi untuk kembali. Kau cukup bertahan dengan sisa dari mereka yang, well, kelihatan sama rapuhnya seperti kemarin. Kau berdiri paling depan, di atas kakimu sendiri, dan terus menyalurkan kekuatan meski hal itu kelihatan sia-sia.

 

Kau mengetuk jendela mobilnya dan berkata, “semuanya akan baik-baik saja.”

 

[gadis itu memberikan gelang kepada Jongin. Kekuatan dan cinta ada di dalamnya]

 

__

 

Joonmyeon mengerjap pelan.

 

Ia terlihat kosong.

 

Lu, jangan tinggalkan kami. Pintanya sambil terus mengejar.

 

Sayang sekali, Joonmyeon kehilangan arah dan tersesat, yang dikejar pun berhasil lolos dan pergi entah kemana.

 

Joonmyeon melanjutkan perjalanannya dan menemukan sebuah terowongan. Ada yang kabur lagi di sana.

 

Kalau kau kabur di saat seperti ini, siapa yang akan percaya pada kita?

 

Lagi-lagi kehilangan. Joonmyeon merasa terowongan ini terlalu gelap dan menakutkan.

 

Zitao benci gelap.

 

Dan Joomyeon harus pergi ke ujung terowongan seorang diri, mendapati cermin dimana-dimana. Ia berkaca di sana selama beberapa menit sebelum berkata, “betapa payahnya diriku.”

 

__

 

Oh, hai. Kau lagi!

 

Kau bertemu dengan salah satu dari mereka beberapa tahun kemudian. Mereka kelihatan ganjil. Rasanya hatimu kosong setelah jungkir-balik tiga kali dan menangisi tiga yang hilang.

 

Tetapi bukan berarti mereka akan terus menghilang, karena dia datang padamu dan mengembalikan barang yang pernah kau berikan untuknya, untuk mereka. “Terima kasih.”

 

[gadis itu menerima gelangnya lagi dari Chanyeol, pemuda itu berterima kasih atas kekuatan dan kepercayaan yang telah si gadis berikan]

 

__

 

Kau terbangun dari mimpi panjangmu.

 

Mimpi panjang yang buruk.

 

Kau masih berpikir semua yang terjadi memang mimpi belaka. Sekadar memastikan—karena kau bukan tipe gadis yang ingin lari dari kenyataan—kau menemui pemuda yang waktu itu duduk di dalam mobil. Kau mengetuk kaca jendelanya lagi. Pemuda itu memandangimu lekat-lekat.

 

“Sudah bangun?”

 

“Ya,” jawabmu singkat. “Apa aku bermimpi?”

 

“Tidak. Kau hanya terlalu khawatir pada dunia ini sampai-sampai terbawa mimpi.”

 

“Tapi aku yakin telah—“

 

“Memberikan gelangnya padaku? Ya, kau memang melakukannya. Aku memberikannya pada Joonmyeon, dia kelihatan seperti orang gila beberapa bulan belakangan. Lalu kepada Chanyeol, dan kembali kepadamu.” Ia berhenti bicara sebentar. “Karena ada kau, kami bisa bertahan.”

 

“Dan aku juga ingin kalian tetap bertahan. Maka dari itu, ini,” kau mengulurkan gelang itu pada si pemuda, “kekuatan, kepercayaan, dan cinta kami akan selalu ada untukmu. Untuk kalian.”

 

Si pemuda menatapnya pelan. “Kau tidak akan tahu betapa senangnya aku memilikimu. Dan, well, aku harus pergi. Hari baru menantiku di depan, aku sudah bosan tersangkut di memori gelap nan pengap ini. Kau juga harus menyusulku, okay?”

 

“Pasti. Aku akan menyusul.”

 

Pemuda itu melajukan mobilnya melalui tikungan pertama dan hilang pada menit berikutnya. Kau masih termangu di sana, lega rasanya bisa membantu dia. Membantu mereka.

 

Di belakangmu—tanpa sepengetahuan yang lain, terutama Joonmyeon—kau melihat mereka bertiga menatap ke arahmu. Mereka tidak tersenyum, yang ada hanya wajah datar tanpa emosi. Ketiganya berbalik dan memilih jalan yang berlawanan dengan Si Pemuda Jongin.

 

Zitao, Luhan, dan Kris pernah di sini.

 

[dan lampu neon bertuliskan ‘you were here’ padam tanpa sebab yang jelas]

 

end.


a/n : Lagi-lagi EXO rilis Winter Album. Lagu andalan mereka berjudul For Life. Fanfiction di atas adalah sedikit penjelasan yang MUNGKIN menjadi jalan cerita di MV tersebut. Aku masih berspekulasi sih. Maaf kalau kurang begitu jelas, karena inti dari cerita di MV ini adalah ‘Gelang Harapan’ yang menurutku *ehm* agak jelek gitu ya. Masa warnanya oren -_-

 

Jadi, di scene pertama, ada cewek ngetuk jendela mobilnya Kai. Kita andaikan cewek itu EXO-L (termasuk aku, kita, kalian ❤ ). Cewek itu ngasih gelang ke Kai. Seperti yang kubilang tadi, gelang itu ‘Gelang Harapan’. Gelang tersebut kita andaikan sebagai “Kekuatan, Kepercayaan, Cinta, Dukungan” yang diberikan EXO-L kepada EXO, karena posisi Kris udah keluar dari EXO waktu itu dan EXO pastinya lagi diterjang badai. Kenapa diterjang badai? Karena aku yakin banget, konflik Luhan udah mulai panas setelah Kris pergi. Meski belum muncul banget ke permukaan.

 

Scene ini ada di awal dan di akhir MV. Mengapa begitu? Aku jelasin nanti.

 

Di situ Kai kelihatan galau segalau-galaunya. Seperti kita juga, EXO-L, yang waktu itu nangis gegulingan gara-gara Kris keluar.

 

Scene dua adalah Suho tidur di hutan. Oke aku tadi sempet ketawa lihat scene ini. Karena, helaw, ngapain tidur di hutan -_- . Di scene ini kita melihat lagi ‘Gelang Harapan’, jadi mungkin Kai yang ngasih gelang tersebut ke Suho, atau Suhonya dapet dari EXO-L. Intinya gelang ini adalah jelmaan harapan, nggak peduli dapatnya dari siapa.

 

Mengapa Suho butuh gelang itu? Karena dia sudah jadi leaeder tunggal, beban dia dua kali lipat. Suho butuh kekuatan. Di situ kita lihat ada cewek lari, nah si cewek di sini berubah peran jadi LUHAN. Suho berusaha ‘nangkep’ Luhan supaya nggak lari dari EXO, tapi pada akhirnya Suho kehilangan jejak dan Luhan pergi.

 

Lalu Suho pergi ke terowongan, di sana dia melihat cewek itu lagi. Kali ini si cewek berubah peran jadi TAO. Terlihat cewek tersebut lari-lari di sekitar cermin, dikejar lagi sama Suho, tapi ceweknya hilang. Tao pergi. Suho berhenti sebentar di depan cermin, wajahnya nelangsa banget. Dia berpikiran “aku payah, aku bukan leader yang baik, aku kehilangan 3 anggotaku” dsb.

 

Scene ketiga ada Chanyeol yang juga berdiri di ruang cermin pada awalnya, tapi dia melangkah keluar dari sana (dan Suho juga pergi dari ruang cermin itu). Seolah-olah mengatakan “jangan salahin diri kamu sendiri, mulai sekarang ayo kita saling bahu-membahu bertahan dengan anggota yang tersisa” . Dan Chanyeol pun pergi ke sebuah ruang gelap, tapi kemudian lampu-lampu cantik dinyalakan. Lampu itu wujud lain dari harapan, langkah awal mereka untuk bangkit kembali. Kenapa lampunya banyak? Itu seperti mempresentasikan jumlah EXO-L yang nggak sedikit. Harapan itu muncul karena EXO-L ada untuk EXO.

 

Cewek itu muncul lagi di scene Chanyeol. Si cewek kembali ke perannya sebagai EXO-L Chanyeol mengembalikan gelangnya ke cewek itu. Mengapa? Karena CY merasa “kita udah kuat sekarang, makasih udah ngasih kami kekuatan. Sekarang kekuatan ini aku kembaliin ke kamu, terus dukung kami dengan kekuatan itu.”

 

Scene berikutnya cewek itu bangun! Loh, berarti yang tadi mimpi dong?

 

Bukan.

 

Sekarang aku tanya ke kalian para EXO-L, hari dimana KrisLuhanTao keluar serasa kayak mimpi nggak? Kalian merasa itu ga mungkin kan? Kalian berharap itu cuma ada di kepala kalian aja dan kenyatannya EXO tuh masih 12. Sama seperti si cewek, dia beranggapan begitu. Tapi kemudian dia sadar bahwa itu NYATA, dengan melihat ‘Gelang Harapan’ tadi ada di pergelangan tangannya. Dengan kata lain, kepergian tiga member itu nyata, bukan mimpi.

 

Scene terakhir (yang sama dengan scene pertama) adalah cewek itu mengejar Kai. Dia memberikan ‘Gelang Harapan’ lagi dalam artian “semuanya akan baik-baik saja mulai sekarang, kami para EXO-L akan selalu mendukung kalian, harapan kalian adalah harapan kami juga.”. Intinya, always keep the faith (yuhuu, ini semboyannya TVXQ). Dan, cewek EXO-L itu memberikan harapan untuk EXO melangkah ke hari baru, hari dimana mereka udah move on dari perginya ketiga member.

 

Kai pergi, cewek itu tetap disitu selama beberapa saat, dan lampu neon biru bertuliskan “you were here” adalah untuk Kris, Luhan, Tao yang artinya “kalian bertiga pernah di sini, pernah ada untuk kami.”

 

Selesai.

 

Tahun lalu Sing For You juga inti lagunya sama. Tahun ini mereka membuat lagu yang begitu juga. Ada yang nyadar nggak, ada kata “For” di dua lagu tersebut? Sing For You, For Life, berikutnya For apa ya? SFY mungkin untuk Kris, For Life untuk Luhan, tahun depan satu lagi buat Tao /maybe/

 

Okay then, this the real end.

Thank You!

Iklan

5 pemikiran pada “[For Life] You Were Here

  1. Seketika baper :’) akhir-akhir ini banyak banget yang ngingetin ke ot12 pas jaman growl huhu. aku liatnya juga ga kucerna kak 😄 malah salfok ke cewenya yang mirip kakaknya yeol haha. dan emang tulisan ‘you were here’ itu has deep meaning yang masuk akal sih kalo dihubungin ke para mantan.
    Keep writing!

    Suka

    1. Makasih udah baca dan komen ya😄😄
      Aku penasaran aja sama arti gelang oranye itu, karena aku yakin gelang tsb ada artinya…apalagi setelah liat lampu neon biru bertuliskan ‘you were here’ , aku makin yakin ini lagu pasti buat para mantan. 😥😥

      Disukai oleh 1 orang

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s