CONGRATULATIONS

yes, your happiness is all that matters

.

#51 : DAY6 – Congratulations [ft. NCT’s Jaehyun and Red Velvet’s Wendy]

.

Part of 365 Personal Playlist

            Hela napas berat tersebut hanya menandakan satu hal: Jaehyun mulai menyerah. Ia menghempaskan tubuh ke bangku reyot di pinggir jalan setelah membeli sebotol coke dan pretzel dari toko roti dekat sini. Hari sudah hampir gelap, burung-burung gereja yang sepagian ini mencari perhatian agar diberi makan sudah pergi ke kediaman masing-masing. Pemuda Jung itu menatap langit, dilihatnya paduan oranye cerah dan abu-abu pekat yang membuat mata siapa saja sakit.

 

            Menyakitkan, tapi indah.

 

Kalimat yang satu itu bukan hanya deskripsi langit, melainkan seorang gadis berperawakan langsing yang lima menit silam baru saja diteleponnya. Kantor mereka berdekatan, hanya berjarak beberapa blok. Rutinitas sepulang kerja ini adalah hal yang paling disukai Jaehyun dari semua waktu dalam harinya. Ia bisa memandang air wajah Wendy yang berpadu dengan terbenamnya mentari, disusul temaram lampu jalan di kemudian menit.

 

Rasanya ia ingin tinggal di sana selamanya, menghirup aroma tanah segar dari daratan yang dipijaknya kini. Jung Jaehyun selalu tahu bahwa Wendy punya kebiasaan telat lima menit dari janji awal, tidak heran ia selalu datang dengan rambut awut-awutan khas orang tergesa-gesa.

 

“Tidak perlu berlari, Wen.”

 

“Aku takut kau pulang.”

 

“Apa aku pernah begitu?”

 

Wendy melengos, ia tersenyum kemudian sambil menagih jatah pretzel hariannya. “Sejak kapan ada saus cokelat di sini?”

 

“Varian baru. Koki kepala yang memberitahuku.”

 

“Bagaimana harimu, Tuan Jung?”

 

“Biasa saja. Kau?”

 

“Kau tidak akan percaya! Lee Taeyong baru saja mengumumkan hari pertunangan kami di depan umum! Yah, bukannya aku menolak hal-hal romantis nan picisan seperti itu, tapi tetap saja kan aku ini—“

 

“Tidak suka adegan romantis. Aku tahu. Bagimu itu menggelikan, sama seperti adegan Jack dan Rose di Titanic. Tapi kau juga tidak bisa berharap Taeyong melamarmu di kapal penelitian NASA bukan?”

 

“Mungkin yang itu lebih baik.”

 

Son Wendy menyukai Sci-Fi dan distopia dalam bentuk apapun. Buku-bukunya, film-filmnya, bahkan kepalanya pun dijejali hal itu. Bukan tidak mungkin ia akan melangsungkan pernikahan dengan dresscode karakter Star Wars.

 

“Bagaimana reaksi teman-teman kantormu?”

 

“Sempat kacau, bosku bahkan ikut-ikutan berteriak gara-gara itu. Dia bilang Lee Taeyong sekaku penggaris besi, bagaimana mungkin bisa melamarku? Aku hanya tertawa supaya dia senang, padahal tidak lucu.”

 

Wendy terus mengunyah sampai ia menyadari Jaehyun tidak angkat bicara sama sekali. Hening lama itu membuat si gadis bertanya-tanya, apakah ada dari kalimatnya barusan yang menyinggung Jaehyun? Namun, ketika Wendy mengarahkan netranya kepada teman semasa kuliahnya itu, ia justru mendapati Jaehyun tengah terpaku sambil tersenyum tipis.

 

“Kau menatapku.”

 

Yeah, aku menatapmu.”

 

“Sambil tersenyum aneh.”

 

“Pahit, lebih tepatnya.”

 

“Kau tidak bahagia atas diriku dan Taeyong?”

Jung Jaehyun menggeser tubuhnya beberapa senti lebih dekat, “bagaimana menurutmu?”

 

“Enggg…kau sedang demam?” Wendy mendaratkan telapaknya di kening Jaehyun.

 

Jaehyun tertawa keras, kali ini supaya kejanggalan di antara mereka segera mencair. Membuat dialog lagi rasanya percuma saja, Jaehyun tidak sampai hati merusak kebahagiaan Wendy dengan berkata bahwa ia cemburu—ia tidak suka semua ini, ia ingin Lee Taeyong tenggelam di Pasifik dan hilang selamanya.

 

“Tentu saja aku sangat bahagia, Wen. Aku adalah pria paling bahagia mendengarmu akan menikah dengan orang yang kau cintai.”

 

Raut resah segera menguap dari wajah Wendy.

 

Akan tetapi, Wendy bukan anak-anak yang gampang ditipu oleh perubahan nada dan mimik muka seperti barusan. Ia dan Jaehyun sama-sama tahu ada yang disembunyikan di sini, tapi mereka tidak mau mengungkapkannya.

 

“Jae?”

 

“Hm?”

 

“Jika suatu hari nanti kuberitahu kau rahasiaku yang paling rahasia, berjanjilah kau tidak akan marah.”

 

“Sejak kapan kau main rahasia-rahasia denganku?”

 

“Tidak akan kuberitahu. Pokoknya nanti kalau aku sudah siap, akan kujelaskan semuanya.”

 

Sekarang giliran Wendy yang menyelami manik cokelat Jaehyun dalam-dalam.

 

“Bolehkah aku menagihnya setiap saat, Son Wendy?”

 

“Boleh. Tanya saja setiap hari sampai aku mau memberitahumu.”

 

Well, tidak usah. Aku tidak bodoh, aku tahu apa yang akan kau katakan.”

 

“Apa?”

 

“Kau pernah menyalin blue film dari komputerku bukan?”

 

Wendy melayangkan tinju terbaiknya tepat ke arah dada Jaehyun, membuat yang dipukul mengaduh keras-keras. Bungkus pretzel keduanya jatuh dan menyebabkan kerusuhan dimana-mana. “ITU PEKERJAAN CHITTAPHON! AKU TIDAK PERNAH MELAKUKANNYA!”

 

Jung Jaehyun masih mengaduh sambil terbahak, kemudian beranjak sambil mengulurkan tangan semenit setelahnya. Son Wendy yang tak kuasa menahan malu hanya diam di tempat.

 

“Tidak mau menerima tanganku, huh? Nanti kalau sudah jadi istri Lee Taeyong kau tidak akan bisa begini lagi!”

 

Benar juga.

 

Meski tak menyukai kenyataan bahwa ini mungkin terakhir kali ia bergandengan tangan dengan Jaehyun, Wendy tetap menyambut uluran tersebut sambil tersenyum. Semuanya akan berubah mulai dari sekarang, bukan hanya soal waktu, namun juga soal perasaan.

 

Bagaimana mungkin dua hati yang saling mencintai bertahan untuk tidak saling memiliki?

6 tanggapan untuk “CONGRATULATIONS”

  1. LHAH, KOK?? Mba wen sama mas jae napa engga bersatu aja klo emang sama2 suka? Kan kezel.
    Actually aku suka alur sama karakter wendy di sini, terlepas aku sendiri seorang reveluv. Hahay, klo mba wen ngebayangin ntar nikah pake kostum star wars, nah aku pernah kepikiran pengen ngecosplay ntr pas nikah.

    Suka

  2. Hi Thor, baca ini pengen meledak rasanya. Ingin berkata2 gaje, tapi aku menghormati keputusan dua hati itu. Apalah dayaku…😘suka sekali dengan alur Dan penokohannya.💪💪 Smngt!

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s